Ilmuwan Temukan Pemicu Tersembunyi Kolesterol Tinggi, Obat Eksperimental Bisa Jadi Solusi Baru
Minggu, 01 Nov 2026, 15:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SAN DIEGO - Para ilmuwan menemukan mekanisme biologis tersembunyi yang membuat tubuh semakin sulit mengendalikan kadar kolesterol jahat atau LDL. Temuan ini membuka peluang pengembangan obat baru untuk mengatasi kolesterol tinggi, bahkan bagi pasien yang tidak merespons optimal terhadap pengobatan yang tersedia saat ini.
Penelitian yang dilakukan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas California San Diego (UCSD) tersebut mengungkap bagaimana konsumsi makanan tinggi kolesterol dapat melemahkan kemampuan hati membersihkan LDL dari aliran darah.
Menariknya, para peneliti juga menemukan obat eksperimental yang berpotensi menghentikan mekanisme tersebut. Obat ini bahkan telah melewati pengujian keamanan tahap awal pada manusia.
Dilansir Science Daily, temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 2026 itu berpotensi membuka jalur baru dalam pengobatan kolesterol tinggi.
Selama ini, hati diketahui memiliki peran penting dalam mengendalikan kadar kolesterol. Organ tersebut bertugas menyaring kolesterol dari aliran darah untuk kemudian diproses, dipecah, dan dimanfaatkan tubuh.
Proses pembersihan ini bergantung pada struktur bernama reseptor LDL yang berada di permukaan sel hati. Reseptor tersebut bekerja seperti perangkap yang menangkap kolesterol LDL dari darah dan membawanya masuk ke dalam sel untuk diproses.
Semakin banyak reseptor LDL yang tersedia, semakin efektif hati membersihkan kolesterol jahat dari peredaran darah.
Mekanisme inilah yang selama ini menjadi sasaran sejumlah obat penurun kolesterol, termasuk statin dan penghambat PCSK9, yang membantu mempertahankan atau meningkatkan jumlah reseptor LDL.
Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi kolesterol dalam jumlah tinggi dapat mengaktifkan jalur biologis yang justru mempercepat hilangnya reseptor tersebut.
Tim peneliti mengidentifikasi protein bernama Ral sebagai pemicu awal mekanisme tersebut. Protein yang sebelumnya telah diteliti dalam kaitannya dengan sel lemak itu ternyata juga berperan dalam mengganggu kemampuan hati membersihkan kolesterol.
Ketika seseorang mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, aktivitas Ral meningkat dan memicu serangkaian proses yang berujung pada berkurangnya jumlah reseptor LDL.
Para ilmuwan kemudian menemukan komponen penting lainnya, yakni enzim cathepsin A atau CTSA. Enzim ini membantu menjalankan proses yang menyebabkan reseptor LDL mengalami kerusakan dan berkurang jumlahnya.
Untuk menguji temuan tersebut, peneliti menggunakan inhibitor molekul kecil yang berfungsi menghambat aktivitas CTSA.
Hasilnya cukup mengejutkan. Ketika enzim tersebut diblokir, reseptor LDL menjadi lebih stabil dan kadar kolesterol LDL dalam darah tikus percobaan turun secara drastis.
Temuan ini dinilai penting karena jalur biologis yang ditemukan berbeda dari mekanisme yang selama ini menjadi sasaran obat penurun kolesterol.
Artinya, pendekatan tersebut berpotensi menjadi alternatif bagi pasien yang belum berhasil mencapai kadar kolesterol aman meskipun telah menggunakan obat-obatan yang tersedia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!