Aksi Demo Gen Z di Jerman Berujung Rusuh, Toko-toko Dijarah
Minggu, 01 Nov 2026, 11:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
FRANKFURT - Para perusuh bertopeng menjarah toko-toko di kota Frankfurt, Jerman, pada hari Sabtu (31/10) ketika AKSI demonstrasi besar-besaran berubah menjadi kekerasan di seluruh negeri. Polisi menembakkan meriam air ke arah anak-anak muda yang melempari bom molotov.
Beberapa petugas polisi terluka dalam kekerasan setelah puluhan ribu orang bergabung dalam aksi protes yang dipimpin kaum muda di seluruh negeri yang diorganisir oleh kelompok "GenZ regelt!" (Generasi Z bisa mengatasi ini!).
Aksi demonstrasi yang terinspirasi oleh gerakan serupa di Prancis dan Italia yang menyerukan kepada para elite politik untuk memperhatikan keprihatinan generasi muda, sebagian besar berlangsung damai sepanjang hari.
Namun ketegangan memuncak pada malam hari ketika beberapa kelompok anak muda menolak untuk bubar, dan kekerasan meletus di kota-kota besar termasuk Berlin, Cologne, dan Hamburg.
Situasinya sangat buruk di pusat keuangan Frankfurt, polisi menghadapi para pengunjuk rasa yang melempari batu, kembang api, dan bom molotov, dan membalasnya dengan meriam air dan semprotan merica.
"Kerusuhan hebat sedang terjadi," kata polisi dalam sebuah pernyataan. "Jendela-jendela di beberapa toko telah dihancurkan. Bom molotov juga dilemparkan ke arah petugas darurat."
Sebuah toko senjata termasuk di antara toko-toko yang dijarah, jendela-jendela toko hancur. Polisi mengatakan mereka telah menangkap seorang tersangka dan menyita dua senjata.
Sebuah toko sepatu olahraga dan toko parfum juga menjadi sasaran, lapor harian Bild.
Sebagian besar jalan di pusat perbelanjaan utama Frankfurt ditutup karena pihak berwenang berupaya meredam kerusuhan, mobil-mobil polisi dan polisi anti huru hara mencegah siapa pun memasuki area tersebut, menurut seorang jurnalis AFP.
Sebuah helikopter polisi terbang di atas kepala sementara ledakan sporadis terdengar di jalan.
Setidaknya satu petugas polisi terluka di sana dan sedang menerima perawatan medis.
Roman Poseck, menteri dalam negeri negara bagian Hesse, mengatakan "sekitar 100 ekstremis sayap kiri yang teridentifikasi dengan jelas" telah menyusup ke dalam demonstrasi di Frankfurt.
"Sungguh memalukan bagaimana acara di Frankfurt ini berakhir."
Polisi juga menggunakan meriam air di kota Hamburg dan Cologne setelah mereka mengatakan para demonstran menargetkan petugas layanan darurat dengan kembang api, batu, dan botol.
Di Berlin, sebuah aksi protes yang tidak diorganisir oleh gerakan "GenZ regelt!" berlangsung pada malam hari, dan polisi melaporkan mereka dilempari telur dan botol.
Seorang petugas polisi di Bonn mengalami luka ringan saat berkonfrontasi dengan sekelompok orang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!