Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Banjarbaru Olah Sampah Dapur jadi Kompos dan Eco Enzyme

1 Minggu, 01 Nov 2026, 15:46 WIB | Oleh:
Banjarbaru Olah Sampah Dapur jadi Kompos dan Eco Enzyme Banjarbaru Olah Sampah Dapur jadi Kompos dan Eco Enzyme Doc: ANTARA/HO-Medcen Kominfo Banjarbaru
Ket. Panen kompos dari Losida (Lodong Sisa Dapur) pada 27 Oktober 2026 kemaren. Hasil penguraian sampah organik itu kini telah matang dan siap dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman, Banjarbaru, beberapa waktu lalu.

BANJARBARU -- Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan eco enzyme melalui metode sederhana untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk bermanfaat bagi lingkungan.

Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi di Banjarbaru, Minggu, mengatakan pengolahan sampah menggunakan metode Lodong Sisa Dapur (Losida) menjadi salah satu solusi mengurangi sampah organik sejak dari sumbernya sebelum dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

"Kompos yang dihasilkan sudah matang dan siap digunakan sebagai pupuk tanaman. Hasil kompos tersebut langsung diaplikasikan ke tanaman di dalam pot," ujarnya.

Dia mengatakan pemanfaatan Losida memungkinkan masyarakat mengolah sisa bahan makanan dan sampah dapur organik melalui proses penguraian dalam wadah khusus sehingga menghasilkan pupuk alami yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan rumah.

Selain menghasilkan kompos, Kelurahan Guntung Paikat juga mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme yang dikerjakan Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK kelurahan dan kini telah memasuki masa panen.

Pengembangan kedua produk tersebut melibatkan kolaborasi pemerintah kelurahan, TP PKK, dan mahasiswa untuk memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan organik dari aktivitas rumah tangga.

"Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada pengangkutan sampah untuk menyelesaikan persoalan sampah organik," demikian pesan yang ingin dibangun melalui program tersebut.

Melalui pemanfaatan kompos dan eco enzyme, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki kegunaan, sekaligus membangun kebiasaan memilah dan mengurangi sampah sebelum masuk ke tempat pembuangan.

Ke depan, pengembangan metode Losida dan pengolahan eco enzyme dapat diperluas melalui edukasi serta pendampingan kepada warga agar semakin banyak rumah tangga berpartisipasi dalam mengurangi sampah organik dari lingkungan masing-masing.

Upaya tersebut diharapkan menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan masyarakat, bukan hanya kegiatan sesaat, sekaligus membantu mengurangi beban penanganan sampah di tempat pemrosesan akhir dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.