Menteri PU: Pendangkalan dan Penyempitan Sungai jadi Penyebab Banjir Jakarta, Tangerang, dan Tangsel
Sabtu, 31 Okt 2026, 12:25 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kominfo Kota Tangerang
TANGERANG - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Doddy Hanggodo, menemukan sebanyak dua penyebab banjir yang melanda Jakarta, Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Hal itu berdasarkan penelusuran di Kali Angke, Tansgsel, menggunakan perahu karet sepanjang sekitar 3,5 kilometer.
Doddy mengatakan persoalan pendangkalan dan penyempitan aliran Kali Angke menjadi salah satu faktor pemicu banjir di wilayah Tangerang Selatan, Kota Tangerang hingga Jakarta. Berdasarkan hasil peninjauan dan informasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), terdapat dua persoalan utama di Kali Angke.
Dua persolan itu, sambung Doddy, yakni pendangkalan akibat sedimentasi. Kedua, adalah penyempitan badan sungai yang menyebabkan kapasitas tampung air berkurang.
"Saya hadir, datang, ingin melihat dengan mata kepala sendiri masalahnya apa. Karena saya sudah dapat informasi dari Balai Besar, dari teman-teman balai," ujar dia, Jumat (30/10).
"Jadi masalah di sungai ini adalah satu pendangkalan. Kemudian yang kedua ada masalah penyempitan," tambah Doddy.
Menurut dia, penanganan Kali Angke tidak cukup hanya melalui pengerukan atau normalisasi untuk mengatasi pendangkalan. Pemerintah juga harus melakukan pelebaran pada bagian sungai yang mengalami penyempitan agar kapasitas aliran air dapat dikembalikan mendekati kondisi semula.
Ia menilai persoalan penyempitan tersebut cukup serius dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena berpotensi semakin memperkecil daya tampung sungai, terutama ketika debit air meningkat pada musim hujan.
"Jadi ada dua hal, pendangkalan kita mesti lakukan normalisasi, kemudian penyempitannya juga mesti kita perlebar. Kita kembalikan kepada kapasitas semula," ucap dia.
Doddy mengungkapkan rencana pekerjaan normalisasi yang telah disiapkan jajaran balai sebelumnya diperkirakan dapat diselesaikan pada Desember. Namun, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia meminta agar penanganan tidak hanya berfokus pada pengerukan, tetapi juga mencakup persoalan penyempitan sungai.
Menurut dia, penanganan yang hanya mengandalkan pembangunan turap atau sheet pile tanpa memperbaiki kapasitas sungai tidak akan efektif dalam mengurangi risiko banjir. "Kalau tidak, nanti sungai itu makin menyempit, makin menyempit, jadi seberapa tinggi pun sheet pile atau tanggul yang kita bikin tidak akan menang," kata dia.
Berdasarkan hasil peninjauan, pekerjaan normalisasi dan penanganan penyempitan tersebut diperkirakan mencakup bentang sekitar 3,5 kilometer. "Kementerian PU bersama pemerintah daerah akan membahas langkah teknis dan pelaksanaan pekerjaan agar penanganannya dapat dilakukan secara terpadu," ujar dia.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan penanganan Kali Angke membutuhkan kolaborasi lintas wilayah. Karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Kota Tangerang, tetapi juga Tangerang Selatan hingga Jakarta.
Menurut dia, persoalan satu aliran sungai harus diselesaikan secara bersama agar upaya pengendalian banjir dapat berjalan lebih efektif. "Yang paling penting saat ini ialah kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat, karena satu aliran melibatkan dua provinsi," ujar dia.
Masalah Sungai Angke ini memengaruhi banjir di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan wilayah Jakarta. "Ini perlu penanganan bersama, sehingga permasalahan bisa kita urai dan insya Allah dampak banjir bisa berkurang serta kerugian yang ditanggung masyarakat setiap tahunnya bisa teratasi," kata Andra. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!