Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Naik? Jangan Khawatir, Banjarnegara Siap Mengucurkan Cabai

30 Jumat, 30 Okt 2026, 13:33 WIB | Oleh:
Harga Cabai Naik? Jangan Khawatir, Banjarnegara Siap Mengucurkan Cabai Harga Cabai Naik? Jangan Khawatir, Banjarnegara Siap Mengucurkan Cabai Doc: ist
Ket. kenaikan harga cabai

BANJARNEGARA – Banyak daerah mengalami kenaikan harga cabai sehingga menyusahkan rumah tangga. Namun, jangan khawatir karena Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, siap memasok komoditas cabai ke daerah lain yang mengalami kenaikan harga. Ini sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankankp) Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Ady mengaku baru selesai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta.

Dalam hal ini, kata dia, rapat koordinasi tersebut membahas tindak lanjut dan evaluasi pelaksanaan kerja sama bagi daerah yang mengalami kenaikan harga komoditas aneka cabai.

"Kami diundang bersama 26 kabupaten di Indonesia untuk membahas tindak lanjut dan evaluasi kerja sama antardaerah, khususnya bagi daerah yang mengalami kenaikan harga komoditas aneka cabai," katanya menegaskan.

Ia mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi daerah untuk membangun kerja sama antardaerah (KAD), terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan cabai ketika terjadi kenaikan harga di wilayah tertentu.

Menurut dia, Banjarnegara selama ini turut memasok kebutuhan cabai ke sejumlah daerah sekitar, terutama Banyumas, Pemalang dan Pekalongan.

“Dengan pola kerja sama tersebut, daerah yang mengalami kekurangan pasokan dapat memperoleh pasokan dari daerah yang memiliki ketersediaan komoditas sehingga gejolak harga dapat dikendalikan,” katanya.

Ia mengatakan harga cabai di tingkat petani di Banjarnegara saat ini relatif berada pada kisaran yang sama dengan daerah penghasil cabai di sekitarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu modal bagi Banjarnegara untuk mendukung pemenuhan kebutuhan cabai di daerah lain yang mengalami kenaikan harga.

"Banjarnegara siap memasok untuk kebutuhan daerah lain. Selama ini kami juga sudah mendukung pasokan ke daerah sekitar," katanya.

Firman mengharapkan kerja sama antardaerah dapat diperkuat sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan kebutuhan pangan pada momentum hari besar keagamaan dan libur akhir tahun sehingga ketersediaan pasokan tetap terjaga dan harga komoditas cabai lebih stabil.

Sementara itu, petani pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara Teguh Suprapto yang turut menghadiri rapat koordinasi tersebut mengatakan harga aneka cabai di tingkat petani di wilayah itu cenderung mengalami penurunan.

Menurut dia, harga cabai merah keriting di tingkat petani per hari Jumat (30/10) berkisar Rp48.000-Rp50.000 per kilogram, turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp56.000-Rp60.000 per kilogram.

“Sementara harga cabai rawit merah turun dari kisaran Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram,” katanya.

Menurut dia, penurunan harga aneka cabai tersebut tidak lepas dari kondisi tanaman baru hasil regenerasi yang mulai berbuah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Masa Gratis Sudah Selesai, ...

Balapan MotoGP Malaysia Minus Raul Fernandez

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Balapan MotoGP Malaysia Min...
Megapolitan
Hujan Mulai Turun, Tangeran...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.