Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah: Integritas Jadi Kunci Cegah Korupsi

30 Jumat, 30 Okt 2026, 13:20 WIB | Oleh:
Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah: Integritas Jadi Kunci Cegah Korupsi Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah: Integritas Jadi Kunci Cegah Korupsi Doc: Kemendagri
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah memperkuat tata kelola pemerintahan untuk mencegah praktik korupsi dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemerintahan. Upaya tersebut harus dilakukan sejak proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga pertanggungjawaban agar potensi penyimpangan dapat dicegah sedini mungkin.

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah memperkuat tata kelola pemerintahan untuk mencegah praktik korupsi dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemerintahan. Upaya tersebut harus dilakukan sejak proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga pertanggungjawaban agar potensi penyimpangan dapat dicegah sedini mungkin.

Pesan tersebut disampaikan Wiyagus dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis (29/10/2026). Ia juga meminta kepala daerah menindaklanjuti temuan pemeriksaan sebagai langkah memperbaiki sistem pemerintahan sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan kewenangan.

Menurut Wiyagus, kepala daerah, terutama mereka yang baru menjabat, perlu segera memahami berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan dan karakteristik pengelolaan pemerintahan daerah. Pembinaan serta pengawasan dari pemerintah pusat juga dibutuhkan untuk memastikan seluruh proses pemerintahan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Dari mulai perencanaan sampai dengan tindak lanjut terkait temuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ini tolong manfaatkan betul,” ujar Wiyagus.

Ia menilai upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui sosialisasi dan edukasi kepada pejabat pemerintah daerah. Pengawasan harus dilakukan secara lebih mendalam, termasuk dengan memeriksa kesesuaian antara perencanaan dan penganggaran agar kesalahan dapat segera diketahui dan diperbaiki sebelum menimbulkan persoalan lebih besar.

Wiyagus menegaskan integritas merupakan modal utama bagi kepala daerah dalam menjalankan amanah pemerintahan. Selain menjaga kejujuran dan komitmen terhadap aturan, para pemimpin daerah juga perlu terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan serta memahami mekanisme pengawasan pemerintahan.

"Kalau kita sudah punya integritas, sebenarnya semuanya selesai. Orang yang punya integritas, dia akan terus belajar, memperbarui kemampuan diri, bagaimana mengelola keuangan, bagaimana kita menjaga hubungan dengan lembaga, aparat penegak hukum. Apa pun bisa dipelajari," tegasnya.

Selain menekankan integritas pimpinan, Wiyagus meminta kepala daerah mengoptimalkan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. APIP perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program agar dapat membantu mengidentifikasi kekeliruan dan memberikan rekomendasi perbaikan sebelum masalah berkembang.

Keterlibatan APIP diharapkan membuat pengawasan internal berjalan lebih efektif dan tidak hanya berfungsi untuk menemukan kesalahan setelah kegiatan selesai. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah dapat memperbaiki proses administrasi, pengelolaan anggaran, dan pelaksanaan program secara lebih terarah.

Wiyagus juga meminta kepala daerah menyusun rencana aksi berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh lembaga pengawas. Rencana tersebut perlu memuat langkah perbaikan yang jelas dan terukur, disertai pemantauan berkala untuk memastikan setiap rekomendasi benar-benar ditindaklanjuti.

Menurut dia, keberhasilan memperbaiki tata kelola pemerintahan juga bergantung pada keteladanan pemimpin dalam menjalankan tugas. Kepala daerah harus mampu memberikan contoh yang baik kepada seluruh perangkatnya, sekaligus membuka ruang pengawasan dan mengendalikan potensi konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan.

"Harus memberikan keteladanan kepada perangkatnya. Kemudian juga bukan hanya keteladanan, tetapi berani membuka proses, menerima pengawasan, kemudian juga mengendalikan conflict of interest," tandas Wiyagus.

Ia menambahkan, keterbukaan terhadap pengawasan menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan pengendalian konflik kepentingan yang baik, keputusan pemerintah daerah diharapkan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Wiyagus berharap pemerintah daerah semakin serius memperkuat komitmen dalam mencegah korupsi dan membenahi tata kelola pemerintahan. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga diharapkan dapat mendorong pelaksanaan pengawasan yang lebih efektif serta memastikan tindak lanjut hasil pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan.

Penguatan tata kelola tersebut mencakup pembenahan proses administrasi, peningkatan kualitas pengawasan internal, dan penguatan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran daerah. Dengan langkah yang konsisten, pemerintah daerah diharapkan mampu mengurangi risiko penyimpangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Masa Gratis Sudah Selesai, ...

Balapan MotoGP Malaysia Minus Raul Fernandez

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Balapan MotoGP Malaysia Min...

Mari Hormati Guru dengan Meramaikan “Pekan Guru Fest”

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mari Hormati Guru dengan Me...
Megapolitan
Hujan Mulai Turun, Tangeran...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.