Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Zakat Produktif Bantu Mahasiswa Berwirausaha, Dompet Dhuafa Hadirkan Kantin Kontainer

30 Jumat, 30 Okt 2026, 13:25 WIB | Oleh:
Zakat Produktif Bantu Mahasiswa Berwirausaha, Dompet Dhuafa Hadirkan Kantin Kontainer Zakat Produktif Bantu Mahasiswa Berwirausaha, Dompet Dhuafa Hadirkan Kantin Kontainer Doc: Dompet Dhuafa
Ket. Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Tokio Marine Life Insurance Indonesia dan Institut Pariwisata (IP) Trisakti menghadirkan program Kantin Kontainer untuk mendorong kemandirian ekonomi mahasiswa melalui pemanfaatan zakat produktif. Kerja sama ketiga pihak tersebut resmi dimulai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tripartit di IP Trisakti, Jakarta, pada Senin (26/10/2026).

JAKARTA - Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Tokio Marine Life Insurance Indonesia dan Institut Pariwisata (IP) Trisakti menghadirkan program Kantin Kontainer untuk mendorong kemandirian ekonomi mahasiswa melalui pemanfaatan zakat produktif. Kerja sama ketiga pihak tersebut resmi dimulai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tripartit di IP Trisakti, Jakarta, pada Senin (26/10/2026).

Program ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa berprestasi yang termasuk kategori mustahik atau penerima zakat. Melalui pengelolaan kantin, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman menjalankan usaha sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya perkuliahan.

Kantin Kontainer tersebut diwujudkan melalui penyaluran dana tabarru dari Tokio Marine Life yang didonasikan dan dikelola oleh Dompet Dhuafa. Dana tabarru merupakan kumpulan kontribusi peserta asuransi syariah yang didasarkan pada prinsip tolong-menolong dan berbagi risiko untuk memberikan manfaat bagi pihak yang membutuhkan.

General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperluas jangkauan pemberdayaan mahasiswa melalui model usaha yang memberikan manfaat sosial sekaligus meningkatkan kemampuan finansial penerima manfaat.

"Target utama dari program ini pertama, social impact. Mahasiswa akan berubah pola hidupnya yang tadinya konsumtif menjadi produktif. Dari mengelola Kantin Kontainer, mereka akan mengelola keuangan, profit-nya, modal, konsinyasi, dan lain sebagainya, sehingga menjadi bekal pengalaman mereka membuka usaha sendiri. Kedua, financial impact. Mahasiswa penerima manfaat program ini ada perubahan dalam segi finansialnya. Keuntungan dari program ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang biaya perkuliahan mereka," ujar Faqih.

Hingga Oktober 2026, Dompet Dhuafa telah meresmikan 14 Kantin Kontainer melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi Tokio Marine Life untuk mendukung pengembangan program serupa di lingkungan IP Trisakti.

Senior Vice President Product, Marketing, and Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Alexander Mahendrawan, mengatakan kerja sama tersebut didasari kesamaan komitmen dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Menurut dia, pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi generasi muda menjadi bagian penting dari upaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

"Bagi kami, menjadi Good Company berarti tidak hanya menjalankan bisnis dengan baik, tetapi juga turut menciptakan kesempatan bagi orang lain untuk berkembang. Melalui kolaborasi ini, kami berharap Kantin Kontainer dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Institut Pariwisata Trisakti untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh secara langsung, sekaligus mengembangkan keterampilan dan pengalaman dalam mengelola usaha. Dengan dukungan pelatihan dan pendampingan dari Dompet Dhuafa, kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi mahasiswa maupun lingkungan sekitarnya," ujar Alexander.

Head of Marketing Communications and Corporate Branding Department Tokio Marine Life, Ferawati Gondokusumo, menambahkan bahwa pelaksanaan program sosial perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing komunitas. Karena itu, perusahaan berupaya membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar inisiatif yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang relevan dan berkelanjutan.

Ferawati menjelaskan bahwa selain Kantin Kontainer, Tokio Marine Life juga mengembangkan inisiatif sosial lain yang berfokus pada inklusivitas dan pelestarian lingkungan. Salah satunya adalah Coffee Difabis, yang bertujuan membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Di bidang lingkungan, perusahaan turut memperkenalkan JejakBumi.id sebagai inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai jejak karbon dan langkah sederhana menjaga lingkungan. Ketiga program tersebut memiliki fokus berbeda, tetapi sama-sama mengedepankan penciptaan kesempatan, penguatan kemandirian, dan dampak positif melalui kolaborasi.

Dari pihak kampus, Wakil Rektor III IP Trisakti, Novita Widyastuti, menyambut baik kehadiran Kantin Kontainer sebagai fasilitas pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa. Program ini akan memberikan pengalaman langsung dalam mengelola bisnis, mengembangkan produk, menentukan harga jual, hingga memahami proses perekrutan tenaga kerja.

Novita menjelaskan, IP Trisakti sebelumnya telah menjalankan program usaha mahasiswa melalui In Cube Artisan Coffee Shop dan Pesona Kafe. Setelah penandatanganan kerja sama, pihak kampus akan melakukan proses penentuan mahasiswa mustahik yang menjadi penerima manfaat, kemudian melanjutkannya dengan pendampingan sebelum usaha mulai dijalankan.

"Kami meyakini program Kantin Kontainer akan berkambang di IP Trisakti, karena program serupa sudah kami jalankan yaitu In Cube Artisan Coffee Shop dan Pesona Kafe. Setelah prosesi penandatanganan kerjasama ini, kami akan mencari mustahiknya dan mulai untuk pendampingan dulu. Harapannya program ini menjadi salah satu cikal bakal bagi mahasiswa bisa belajar secara langsung dan nantinya cakap untuk mengembangkan bisnis lebih luas lagi. Terima kasih Dompet Dhuafa dan Tokio Marine," ujar Novita.

Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Menurut dia, Kantin Kontainer menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri yang memungkinkan mahasiswa mempelajari dunia usaha secara langsung.

"Kehadiran Kantin Kontainer diharapkan menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktik bagi mahasiswa untuk mengenal dunia usaha secara langsung, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja," tegas Fetty.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Balapan MotoGP Malaysia Minus Raul Fernandez

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Balapan MotoGP Malaysia Min...

Mari Hormati Guru dengan Meramaikan “Pekan Guru Fest”

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mari Hormati Guru dengan Me...
Daerah
Harga Cabai Naik? Jangan Kh...
Megapolitan
Hujan Mulai Turun, Tangeran...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.