Warga Mampang Lelah Hampir 40 Tahun kebanjiran, Harap Normalisasi Kali Berjalan Optimal
Jumat, 30 Okt 2026, 13:32 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
JAKARTA - Warga Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, berharap normalisasi Kali Mampang dapat berjalan optimal untuk mengurangi risiko banjir yang telah berulang kali melanda permukiman mereka selama 40 tahun.
“Kalau musim hujan, asal hujan sedikit juga sudah datang airnya,” kata salah seorang warga RT 15/RW 05, Kelurahan Kuningan Barat, Rini saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan banjir sudah menjadi persoalan yang terus dihadapi warga sejak hampir empat dekade terakhir.
Rini mengaku masih mengingat banjir besar yang pertama kali melanda kawasan tempat tinggalnya pada 1997, dengan ketinggian air mencapai sekitar dua meter atau bahkan menyentuh genteng rumah.
Menurut dia, kawasan tersebut sempat relatif aman dari banjir pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, banjir kembali terjadi.
Dia mengungkapkan genangan air dapat bertahan selama tiga hingga empat hari sebelum benar-benar surut, bergantung pada kondisi banjir yang terjadi.
Kondisi itu membuat warga harus bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Semua mengungsi. Ada yang ke masjid, pokoknya ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Rini.
Bahkan, untuk mengantisipasi banjir, dia mengaku tidak lagi menyimpan banyak barang di lantai dasar rumahnya. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan ketika air kembali memasuki permukiman.
Dia menyebutkan dampak banjir tidak hanya merusak barang-barang, tetapi juga mengganggu aktivitas dan menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena akses keluar permukiman terputus.
“Rugi semua-semua. Makan juga susah mencarinya, karena akses keluar sulit,” tutur Rini.
Harapan warga terkait penanganan banjir itu pun kembali mengemuka saat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pekerjaan normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol, Kuningan Barat, Kamis (29/10) pagi.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pengerukan sedimentasi dan pemeliharaan turap berjalan optimal guna meningkatkan kapasitas aliran sungai serta mengurangi risiko banjir menjelang musim hujan.
Pramono menjelaskan kawasan Mampang dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah rawan banjir karena kondisi geografisnya yang berupa cekungan.
Hujan dengan intensitas sekitar 100 milimeter per hari dapat memicu genangan dan banjir di sejumlah titik.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penanganan secara terintegrasi, mulai dari pembangunan embung hingga pembenahan Kali Mampang dan Kali Krukut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!