Hujan Mulai Turun, Tangerang Siapkan Antisipasi Banjir
Jumat, 30 Okt 2026, 13:18 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
TANGERANG – Di sejumlah daerah hujan mulai turun, termasuk Tangerang.Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat langkah mitigasi banjir, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit yang kerap muncul seiring datangnya musim hujan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin mengatakan sesuai arahan dari Wali Kota Benyamin Davnie, penanggulangan musim hujan mencakup aspek infrastruktur fisik dan perlindungan kesehatan warga secara bersamaan.
"Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kota hingga kelurahan untuk memastikan kesiapan posko siaga banjir, operasional pompa mobile, serta pembersihan saluran air secara berkala agar aliran drainase tidak tersumbat sampah," ujar Asep di Tangerang, Jumat.
Ia menjelaskan langkah komprehensif ini dilakukan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan masyarakat di berbagai wilayah kecamatan.
Berdasarkan pemantauan dinamika cuaca, intensitas hujan di wilayah Tangerang Selatan menunjukkan eskalasi yang signifikan.
Sebagai respons cepat, Pemkot Tangsel telah menggerakkan seluruh perangkat daerah mulai dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi hingga Dinas Kesehatan untuk bersiaga penuh mengantisipasi risiko genangan, banjir luapan, serta lonjakan kasus penyakit musiman, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, dan leptospirosis.
Terkait potensi banjir di sejumlah titik rawan, Asep mengimbau masyarakat untuk mengenali jalur evakuasi mandiri serta mengamankan barang-barang berharga dan instalasi listrik di rumah masing-masing.
"Warga di kawasan rawan genangan atau luapan air diminta untuk senantiasa waspada, mengamankan dokumen penting, serta segera memutus aliran listrik di rumah apabila ketinggian air mulai beranjak naik demi menghindari risiko sengatan listrik," kata Asep.
Selain ancaman banjir, Asep mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai penyakit yang rentan menyerang pada musim penghujan, khususnya DBD yang dipicu oleh genangan air bersih yang menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
"Masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas, guna memutus siklus hidup nyamuk penular DBD," ucapnya.
Lebih lanjut ia menyoroti pentingnya menjaga kebersihan konsumsi air dan makanan guna mencegah penyakit pencernaan seperti diare, serta menghindari kontak langsung dengan air genangan banjir guna mencegah risiko penularan leptospirosis.
"Kebersihan sumber air minum dan makanan harus benar-benar dijaga. Selain itu warga yang harus beraktivitas di tengah genangan banjir diimbau menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot untuk mencegah risiko infeksi kulit dan leptospirosis yang berasal dari kotoran hewan terbawa air," ucapnya.
Asep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat gotong royong menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan kanal informasi resmi pemerintah daerah.
"Pemkot Tangerang Selatan mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan aktif memantau kanal informasi resmi Pemkot Tangsel guna mendapatkan pembaruan situasi cuaca serta layanan darurat secara cepat," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!