70 Penyandang Disabilitas Psikososial Jajal Layanan Kereta Bandara hingga YIA
Kamis, 29 Okt 2026, 11:30 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Istimewa
YOGYAKARTA, — Akses terhadap transportasi dan fasilitas publik yang inklusif diperkenalkan kepada 70 penyandang Disabilitas Psikososial (ODDP) melalui perjalanan menggunakan kereta api bandara menuju Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, Selasa (27/10/2026). Para peserta sekaligus mendapatkan kesempatan berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan di luar tempat rehabilitasi.
Perjalanan inklusif yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tersebut diselenggarakan Pemda DIY melalui Dinas Sosial bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT Angkasa Pura Indonesia.
Kepala Dinas Sosial DIY Sunaryo mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat menggunakan dan menikmati fasilitas publik sebagaimana masyarakat lainnya.
“Ini langkah nyata untuk mengurangi, bahkan menghapus diskriminasi pada teman-teman kami agar bisa menikmati fasilitas yang disediakan negara seperti masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Menurut Sunaryo, kolaborasi tersebut baru pertama kali dilakukan. Kegiatan tidak semata diarahkan sebagai rekreasi, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta untuk belajar beradaptasi dan berinteraksi di ruang publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendampingan terhadap peserta tetap dilakukan selama perjalanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman.
Setibanya di YIA, peserta diperkenalkan dengan sejumlah fasilitas yang disediakan bagi pengguna jasa yang membutuhkan layanan khusus. Airport Operation, Services, and Security Division Head Rahmat Febrian Syahrani mengatakan fasilitas tersebut antara lain guiding block, layanan SOS, serta ruang tunggu khusus di area check-in dan keberangkatan.
“Kunjungan seperti ini menjadi bahan evaluasi kami ke depannya untuk meningkatkan kualitas layanan inklusif," ujar Rahmat.
Menurut dia, pengelola bandara terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan PT KAI untuk meningkatkan aksesibilitas layanan bagi penyandang disabilitas.
“Kita perlu meningkakan pelayanan, sehingga bandara hadir di tengah masyarakat dengan pelayanan yang prima,” tutup Rahmat.
Salah seorang peserta, Muhammad Soleh, mengatakan perjalanan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan di luar balai. Aktivitas semacam itu, menurut dia, juga membantu menjaga kesehatan mental peserta yang selama ini lebih banyak menjalani aktivitas di dalam balai.
“Kita bisa leluasa melihat lingkungan luar, soalnya selama ini di dalam terus,” jelas Soleh.
Soleh menilai pelayanan kereta api dan bandara yang digunakan selama perjalanan sudah ramah dan inklusif. Meski demikian, peningkatan fasilitas dan pelayanan tetap diperlukan agar penyandang disabilitas semakin nyaman menggunakan transportasi maupun fasilitas publik.
Ia juga berharap Dinas Sosial terus memberikan dukungan kepada peserta rehabilitasi yang masih membutuhkan pendampingan dan penanganan intensif. Kesempatan untuk kembali beraktivitas di tengah masyarakat dinilai penting untuk membangun kepercayaan diri mereka.
“Yang paling penting kita bisa berusaha, semoga teman-teman yang ada di balai bisa sembuh seperti saya, sehingga bisa beraktifitas dan bekerja kembali,” tutup Soleh dengan penuh harap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!