Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, 1.062 Orang Terbantu

30 Jumat, 30 Okt 2026, 13:15 WIB | Oleh:
Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, 1.062 Orang Terbantu Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, 1.062 Orang Terbantu Doc: Dompet Dhuafa
Ket. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui koordinasi dengan Dompet Dhuafa NTT. Program yang berlangsung pada 16–26 Oktober 2026 tersebut mencakup bantuan sembako, perlengkapan sekolah, distribusi air bersih, serta penyediaan toren air beserta instalasinya.

JAKARTA - Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui koordinasi dengan Dompet Dhuafa NTT. Program yang berlangsung pada 16–26 Oktober 2026 tersebut mencakup bantuan sembako, perlengkapan sekolah, distribusi air bersih, serta penyediaan toren air beserta instalasinya.

Berdasarkan perhitungan sementara, rangkaian bantuan tersebut menjangkau 1.062 penerima manfaat dari berbagai kelompok masyarakat. Penyaluran ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama pangan, ketersediaan air bersih, dan perlengkapan pendidikan bagi anak-anak selama masa pemulihan pascabencana.

Bantuan pangan disalurkan pada 16 Oktober 2026 kepada 50 kepala keluarga di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Sebanyak 50 paket sembako tersebut diperkirakan membantu memenuhi kebutuhan sekitar 200 jiwa dengan asumsi setiap keluarga terdiri atas empat orang.

Salah seorang penerima bantuan, Mama Ona, mengungkapkan bahwa keluarganya baru beberapa minggu kembali dari tempat pengungsian setelah gempa terjadi. Sejak kembali ke rumah, keluarganya harus mengandalkan hasil berkebun dan bertani untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, sementara pasokan air bersih masih terbatas.

"Sebelumnya kami tinggal di posko pengungsian, kami makan sehari-hari dari sana. Nah, ini kami baru beberapa minggu pulang dari posko, makanan tidak ada di rumah. Kami cari makan dari berkebun dan bertani, tapi ini air sudah beberapa hari tidak mengalir. Jadi, terima kasih banyak sudah mau datang lihat kami, bantu kami, kasih kami sembako. Kami sangat berterima kasih banyak," ungkap Mama Ona.

Selain membantu kebutuhan pangan, Dompet Dhuafa juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak gempa. Pada 20 Oktober 2026, sebanyak 50 paket perlengkapan sekolah atau school kit disalurkan kepada siswa SD Inpres Towak di Desa Towak, Kecamatan Aesesa.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar siswa di tengah kondisi pascabencana yang masih memengaruhi kehidupan masyarakat. Para siswa tampak antusias ketika menerima perlengkapan sekolah yang dibagikan, termasuk alat tulis dan tempat pensil.

"Terima kasih, Kak," ujar salah seorang siswa saat menerima bantuan perlengkapan sekolah tersebut. Sejumlah siswa lainnya juga menyampaikan kegembiraan mereka dengan mengatakan, "Tempat pensilnya lucu," "Lengkap sekali," dan "Wih, ada pensil warna."

Di luar kebutuhan pangan dan pendidikan, ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan bagi warga di sejumlah desa di Kabupaten Nagekeo. Masyarakat Desa Marapokot dan Nangadero yang berada di kawasan pesisir, misalnya, dilaporkan hanya mendapatkan aliran air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) sekitar satu kali dalam sepekan.

Debit air yang lambat menyebabkan bak penampungan warga tidak selalu terisi penuh ketika pasokan tersedia. Sementara itu, sebagian sumur milik warga mengandung air payau sehingga tidak dapat menjadi sumber air yang memadai untuk memenuhi seluruh kebutuhan sehari-hari.

Kondisi serupa dialami masyarakat Desa Waekokak yang harus mengatur penggunaan air secara cermat karena keterbatasan pasokan. Air yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, mandi, mencuci pakaian, hingga memenuhi kebutuhan air minum.

Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Dompet Dhuafa Sulsel melalui Dompet Dhuafa NTT menyalurkan 15 tangki air bersih selama 18–26 Oktober 2026. Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter sehingga total air yang didistribusikan mencapai 75.000 liter.

Distribusi air bersih dilakukan di lima desa, yakni Marapokot, Nangadero, Mbay, Togurambang, dan Waekokak. Air diangkut menggunakan mobil tangki, kemudian disalurkan ke toren atau bak penampungan bersama agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana.

Selain mendistribusikan air bersih, program bantuan ini mencakup penyediaan toren air beserta instalasinya untuk mendukung ketersediaan fasilitas penampungan bagi warga. Bantuan tersebut terutama ditujukan untuk membantu keluarga yang belum memiliki tempat penampungan air sendiri.

Berdasarkan laporan penyaluran, distribusi air bersih menjangkau sekitar 200 kepala keluarga atau setara dengan 800 jiwa. Sementara itu, bantuan toren air tercatat memberikan manfaat kepada tiga kepala keluarga atau sekitar 12 jiwa.

Perwakilan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Syarif, mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan tersebut diberikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat selama menjalani masa pemulihan setelah bencana. Menurut dia, kembalinya warga ke rumah masing-masing tidak serta-merta membuat seluruh kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Mari Hormati Guru dengan Meramaikan “Pekan Guru Fest”

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mari Hormati Guru dengan Me...
Daerah
Harga Cabai Naik? Jangan Kh...
Nasional
Wamendagri Ingatkan Kepala ...

Hujan Mulai Turun, Tangerang Siapkan Antisipasi Banjir

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hujan Mulai Turun, Tangeran...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.