Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Telkom, Danantara, dan PLN Kolaborasi Kembangkan Pusat Data AI Nasional

30 Jumat, 30 Okt 2026, 13:30 WIB | Oleh:
Telkom, Danantara, dan PLN Kolaborasi Kembangkan Pusat Data AI Nasional Telkom, Danantara, dan PLN Kolaborasi Kembangkan Pusat Data AI Nasional Doc: Telkom
Ket. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), berkolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), PT PLN (Persero), serta mitra pengelola kawasan industri terpadu untuk mendorong pengembangan pusat data kecerdasan buatan atau National AI Data Center Hub.

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), berkolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), PT PLN (Persero), serta mitra pengelola kawasan industri terpadu untuk mendorong pengembangan pusat data kecerdasan buatan atau National AI Data Center Hub. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur digital nasional melalui integrasi fasilitas pusat data, pasokan energi, konektivitas, dan dukungan kawasan industri.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara NeutraDC dan pengelola kawasan industri terpadu, serta antara Telkom dan PLN pada Selasa (27/10/2026). Pengumuman kerja sama ini menjadi bagian dari rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung di Jakarta.

DTIIF merupakan forum strategis Danantara Indonesia yang mempertemukan badan usaha milik negara (BUMN), pemimpin perusahaan teknologi, mitra strategis, investor, dan berbagai pemangku kepentingan. Forum tersebut bertujuan mendorong pengembangan teknologi baru agar dapat diterapkan dalam industri, membuka peluang investasi, serta memperluas kolaborasi dan pemanfaatan teknologi.

Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Irwan Rei, mengatakan pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan dalam skala nasional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan kemampuan yang saling melengkapi. Menurut dia, koordinasi antarpelaku menjadi penting agar pembangunan teknologi dapat menghasilkan manfaat nyata bagi perekonomian dan ekosistem digital Indonesia.

"Pengembangan infrastruktur AI dalam skala nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dengan capability yang berbeda namun saling melengkapi. Peran Danantara Indonesia adalah membantu mengorkestrasi BUMN, infrastructure providers, technology partners, dan investment ecosystem sehingga pengembangan teknologi tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi memiliki jalur menuju adoption, utilization, dan penciptaan nilai bagi ekosistem nasional," ujar Irwan.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menyampaikan bahwa pengembangan AI membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu menangani kebutuhan komputasi dalam skala besar. Karena itu, TelkomGroup berupaya mengintegrasikan kemampuan pusat data dan konektivitas dengan ekosistem energi, kawasan industri, kecerdasan buatan, serta layanan komputasi awan atau cloud.

"Pengembangan AI tidak hanya membutuhkan model dan aplikasi, tetapi juga fondasi infrastruktur yang mampu mendukung kebutuhan komputasi dalam skala besar. Melalui kolaborasi ini, TelkomGroup ingin menghubungkan capability data center dan konektivitas dengan kekuatan ekosistem energi, kawasan industri, AI, dan cloud agar dapat mendukung pengembangan sovereign AI infrastructure Indonesia secara lebih terintegrasi," kata Nanang.

Pengembangan pusat data AI menjadi semakin strategis seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor. Dibandingkan pusat data konvensional, fasilitas yang menangani beban kerja AI membutuhkan dukungan listrik, sistem pendingin, dan konektivitas dengan kapasitas lebih besar.

Kondisi tersebut membuat kesiapan lahan, keandalan pasokan listrik, dan ketersediaan utilitas menjadi faktor penting dalam pembangunan infrastruktur AI. Pendekatan berbasis kawasan industri terpadu dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut karena menyediakan lahan, fasilitas pendukung, akses logistik, dan tata ruang dalam satu ekosistem yang terencana.

Melalui model tersebut, pembangunan pusat data dapat diselaraskan sejak awal dengan kesiapan infrastruktur energi dan konektivitas. Dalam National Sovereign Technology Roadmap Telkom, pendekatan ini diarahkan untuk mendukung pembentukan National AI Data Center Hub sekaligus memperkuat kemandirian infrastruktur AI atau Sovereign AI Infrastructure Indonesia.

Setiap pihak yang terlibat dalam kolaborasi ini memiliki peran sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Pengelola kawasan industri terpadu mendukung kesiapan lahan, utilitas, dan ekosistem pendukung, sedangkan PLN berperan dalam penyediaan listrik, kesiapan jaringan kelistrikan, serta keandalan pasokan daya untuk kebutuhan pusat data berskala besar.

Sementara itu, TelkomGroup melalui NeutraDC menyediakan keahlian dalam pembangunan dan pengoperasian pusat data, konektivitas, serta infrastruktur digital terintegrasi. Danantara Indonesia berperan memperkuat penyelarasan strategi, koordinasi lintas BUMN, pemanfaatan teknologi, serta penjajakan peluang investasi dan pengembangan kebutuhan pasar.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri pusat data di Indonesia melalui penyediaan pasokan listrik yang andal. Ia menyebut peningkatan kebutuhan layanan digital akan mendorong permintaan listrik dari sektor pusat data sehingga perencanaan infrastruktur kelistrikan perlu disesuaikan dengan perkembangan industri.

"Pertumbuhan industri data center di Indonesia membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar, namun juga andal dan stabil. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang mampu mengikuti perkembangan proyek. Melalui kolaborasi ini, PLN siap menjajaki skema penyediaan infrastruktur kelistrikan yang sesuai kebutuhan, dengan tetap memperhatikan aspek reliability, scalability, dan sustainability," ujar Suroso.

Meski telah diumumkan dalam forum DTIIF 2026, kolaborasi tersebut masih berada pada tahap penyelarasan strategi dan penjajakan kerja sama antarpihak. Pengumuman ini belum menjadi komitmen definitif mengenai nilai investasi, kapasitas pusat data yang akan dibangun, arsitektur teknologi, tahapan penerapan, maupun model bisnis yang akan digunakan.

Pembahasan lanjutan akan mencakup ruang lingkup pekerjaan, kebutuhan teknis, skema investasi, pengaturan komersial, serta mekanisme pelaksanaan proyek. Apabila seluruh pihak mencapai kesepakatan, ketentuan lebih terperinci akan dituangkan dalam perjanjian definitif sesuai tata kelola masing-masing perusahaan dan institusi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Masa Gratis Sudah Selesai, ...

Balapan MotoGP Malaysia Minus Raul Fernandez

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Balapan MotoGP Malaysia Min...
Megapolitan
Hujan Mulai Turun, Tangeran...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.