Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Hidupkan Karakter Topeng Klasik yang Dibikin, Perajin Bantul Pelajari Tari dan Pedalangan

30 Jumat, 30 Okt 2026, 14:03 WIB | Oleh:
Demi Hidupkan Karakter Topeng Klasik yang Dibikin, Perajin Bantul Pelajari Tari dan Pedalangan Demi Hidupkan Karakter Topeng Klasik yang Dibikin, Perajin Bantul Pelajari Tari dan Pedalangan Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah.
Ket. Perajin topeng klasik Ki Supono menunjukkan sejumlah topeng hasil karyanya di Sanggar Warnowaskito, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (29/10).

BANTUL, DIY YOGYAKARTA - Perajin topeng tradisional Sanggar Warnowaskito di Desa Diro, Pendowoharjo, Kabupaten Bantul, Ki Supono, membekali diri dengan kemampuan seni tari, tembang Jawa, dan pedalangan demi menghidupkan karakter setiap topeng klasik yang dibuatnya.

"Bukannya untuk terus menjadi penari atau dalang profesional, keterampilan saya tetap pembuat topeng. Tetapi bekal itu harus ada karena hasilnya nanti akan sangat berbeda," kata Supono saat ditemui di sanggarnya di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (29/10).

Di sanggar warisan keluarganya tersebut, Supono memproduksi beragam karya perlengkapan seni pertunjukan. Produk utamanya mencakup topeng kayu tradisi lakon cerita Panji gaya Yogyakarta, topeng pertunjukan kontemporer, hingga topeng alternatif berbahan daur ulang kertas sak semen.

Selain topeng, dia juga memproduksi mahkota penari atau irah-irahan, set lengkap busana tari tradisi beserta keris dan kain batik, wayang golek pesanan, hingga instrumen keprak jinjing berbahan kayu nangka untuk penari teater.

Karena karya buatannya ditujukan langsung untuk seni pertunjukan panggung, Supono menilai seorang pembuat wajib memahami secara mendalam gerak watak tokoh, mulai dari karakter kesatria halus, jenaka, raja, hingga raksasa.

"Harus tahu karakternya seperti apa. Kalau tahu gerakannya, otomatis nanti kalau memproses akan tersalur ke dalam karya. Kalau (pengrajin) tidak bisa joget, ya cuma sekadar halus, tapi, karakternya kurang," ujar Supono.

Selain gerak tari, Supono juga membiasakan diri memahat kayu sambil melantunkan tembang macapat Jawa seperti Dhandhanggula, Pocung, dan Mijil untuk melatih kepekaan rasa dan kesabaran saat membentuk detail mimik muka topeng.

"Nembang itu sangat lembut, artinya di dalam proses membuat topeng itu perlu kesabaran. Makanya saya kalau berkarya ya sambil nembang," tutur dia.

Keterpaduan rasa dari tari dan tembang tersebut diyakininya mampu memberi ikatan emosional tersendiri saat topeng dikenakan para penari di panggung pertunjukan.

"Setiap topeng punya ikatan batin karena lahir dari proses emosional. Tulang dan dagingnya adalah kayu, sedangkan karakternya adalah rohnya," kata Supono.

Kekuatan karakter pada karya buatannya ini membuat ragam produk seni dari sanggar di Krantil itu diminati penikmat seni lintas benua, antara lain Australia, Amerika dan Eropa.

Keahlian seni membuat topeng yang ditekuni Supono sejak 1971 itu diwarisinya dari sang kakek, Ki Warno Waskito. Supono hingga kini masih aktif mengabdi sebagai abdi dalem (pekerja) Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sejak 1976. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Masa Gratis Sudah Selesai, ...

Balapan MotoGP Malaysia Minus Raul Fernandez

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Balapan MotoGP Malaysia Min...
Megapolitan
Hujan Mulai Turun, Tangeran...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.