Wali Kota Bandung Ajak Pemuda Peduli Masyarakat
Kamis, 29 Okt 2026, 14:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatWali Kota Farhan menyebut perpindahan kelompok desil 4, 5 dan 6 perlu mendapat perhatian khusus. Pemkot Bandung, lanjut dia, akan memperhatikan warga yang membutuhkan bantuan tetapi belum terakomodasi dalam sistem data nasional.
“Apabila memang belum bisa dicover oleh satu data nasional maka tugas dari Pemkot Bandung untuk memberikan bantuan sementara kepada mereka yang membutuhkan dan secara kasat mata memang membutuhkannya,” tutur dia.
Ia menilai, penyatuan data penduduk bukan sekadar persoalan administratif, melainkan juga menyangkut ketepatan kebijakan, perlindungan masyarakat dan kedaulatan negara di era digital.
Jika pada 1928 para pemuda menyatukan tekad melalui bahasa persatuan, tantangan saat ini adalah membangun keselarasan data bagi ratusan juta penduduk Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Maka sudah pada tempatnya lah bahwa kali ini bentuk patriotisme kita adalah menambah satu poin Sumpah Pemuda. Tidak hanya bertumpah darah satu Indonesia, tidak hanya berbangsa satu Indonesia, tidak hanya berbahasa persatuan Indonesia tapi bertekad menjaga satu data Indonesia,” ungkap dia.
Perkuat Literasi Digital
Pada kesempatan yang sama Wali Kota Farhan juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi telah menghadirkan medan persaingan baru yang tidak lagi dibatasi oleh jarak dan batas fisik antarnegara.
Oleh karena itu, generasi muda perlu memperkuat literasi digital, memahami teknologi secara kritis serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menjaga keamanan data pribadi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terbawa emosi ketika beraktivitas di ruang digital, termasuk saat menerima maupun menyebarkan informasi.
“Untuk itu, mari kita perkuat dengan literasi digital yang kuat. Kita perkuat dengan literasi dan pengetahuan tentang teknologi digital yang betul-betul kita pahami. Tidak hanya sekadar mengikuti emosi dua jempol kita,” kata dia.
Wali Kota Farhan berharap semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi dorongan bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui tindakan nyata, kepedulian terhadap sesama dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Ia pun mengajak seluruh pemuda dan pemudi di Kota Bandung membuktikan bahwa nilai patriotisme, kegigihan dan empati tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan serta membangun masa depan Indonesia.
“Buktikan bahwa kita adalah pemuda yang patriotik. Pemuda dan pemudi yang gigih memiliki empati karena sesungguhnya pemuda adalah untuk Indonesia,” pungkas dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!