Wali Kota Bandung Ajak Pemuda Peduli Masyarakat
Kamis, 29 Okt 2026, 14:25 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Wali Kota Bandung
BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak generasi muda menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat patriotisme, kepedulian sosial dan literasi digital. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan data sebagai tantangan baru perjuangan bangsa di tengah persaingan global.
Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Kota Bandung, Rabu (28/10). Menurut dia, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus dihidupkan dan disesuaikan dengan tantangan zaman.
Wali Kota Farhan mengingatkan, Sumpah Pemuda lahir dari kesadaran para pemuda dengan latar belakang suku, bahasa, agama dan budaya yang beragam untuk menyatukan tekad sebagai satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa persatuan, yakni Indonesia.
“Perbedaan-perbedaan mereka tidaklah menjadi kendala. Justru perbedaan-perbedaan mereka pada tahun 1928 itu menjadi penguat berbagai macam latar belakang suku. Semuanya bersatu,” kata Wali Kota Farhan.
Ia menilai, semangat persatuan tersebut tetap relevan hingga saat ini. Namun, bentuk perjuangan generasi muda perlu berkembang seiring perubahan zaman, termasuk menghadapi tantangan teknologi digital dan persaingan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengacu pada tema Sumpah Pemuda tahun ini, yakni Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia, Wali Kota Farhan mengatakan, semangat kepemudaan tidak dibatasi usia.
Menurut dia, patriotisme harus diwujudkan melalui kegigihan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus kemampuan memahami kondisi dan kebutuhan orang lain.
Ia mengajak generasi muda tidak hanya terpukau oleh kemewahan yang ditampilkan di media sosial, tetapi juga turun langsung melihat persoalan masyarakat terutama kelompok yang belum memperoleh akses keadilan dan kesejahteraan secara memadai.
“Janganlah hanya kagum kepada flexing-flexing luar biasa di media sosial. Namun, dekatkan diri kita dengan bumi. Dengarkan suara-suara mereka yang belum mendapatkan porsi keadilan yang cukup,” ujar dia.
Wali Kota Farhan mengatakan, kepedulian sosial perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk mendengarkan aspirasi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni dan masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penataan Kota Bandung.
Ia menyampaikan bahwa Pemkot Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berupaya mengedepankan dialog, kesepakatan dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Bukan dengan wajah garang penuh represi. Bukan juga dengan pentungan tetapi dengan dialog. Bukan dengan pemaksaan tetapi dengan kesepakatan. Musyawarah untuk mufakat adalah kunci. Kekerasan bukan pilihan,” kata dia.
Menurut Wali Kota Farhan, pendekatan tersebut sejalan dengan karakter generasi muda yang tidak hanya berani menyampaikan pendapat tetapi juga mampu mendengarkan orang lain dengan empati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Selain kepedulian sosial, Farhan menekankan pentingnya integrasi data sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial dan menjaga kedaulatan bangsa.
Ia menyinggung tantangan pemerintah dalam menyelaraskan data masyarakat, termasuk pengelompokan tingkat kesejahteraan atau desil 1 hingga 10 yang menjadi salah satu dasar penyaluran bantuan sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!