Tampil Solid di Kuartal III, Fundamental BNI Kuat Topang Rebound Saham Himbara
Kamis, 29 Okt 2026, 15:44 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasNafan menilai kinerja fundamental yang kuat dapat menjadi katalis positif bagi saham perbankan.
"Kinerja fundamental yang baik dapat menjadi katalis positif bagi saham BBNI dan BMRI melalui peningkatan ekspektasi laba, penguatan kepercayaan investor, serta potensi penilaian ulang valuasi saham atau re-rating," jelasnya.
Selain BNI, Bank Mandiri juga telah merilis kinerja kuartal III 2026 dengan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun, tumbuh 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Nafan, capaian tersebut menunjukkan fundamental bank-bank besar BUMN tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor di tengah dinamika sentimen pasar.
*Investor Cermati Kualitas Pertumbuhan*
Nafan mengatakan, investor tidak hanya melihat besarnya pertumbuhan laba, tetapi juga kualitas pertumbuhan tersebut.
Sejumlah indikator yang perlu dicermati antara lain pertumbuhan kredit, net interest margin (NIM), biaya dana atau cost of fund, rasio efisiensi operasional atau cost-to-income ratio (CIR), rasio NPL, serta biaya risiko kredit atau cost of credit.
Pertumbuhan dana pihak ketiga, terutama CASA, juga menjadi salah satu indikator penting karena berpengaruh terhadap struktur biaya pendanaan dan profitabilitas bank.
Dari sisi valuasi, investor dapat mencermati rasio price-to-earnings (PER), price-to-book value (PBV), serta potensi dividend yield untuk membandingkan daya tarik saham dengan bank sejenis.
Apabila pertumbuhan laba dapat dipertahankan, kualitas aset tetap terjaga, dan valuasi menjadi lebih menarik setelah koreksi, ruang pemulihan saham perbankan BUMN dinilai tetap terbuka.
Namun, tekanan jual investor asing yang berlanjut akibat ketidakpastian kebijakan indeks masih dapat menahan pergerakan saham meskipun fundamental perusahaan relatif solid.
"Dalam kondisi pasar yang masih sensitif terhadap isu MSCI, respons harga saham tidak selalu langsung mencerminkan kinerja keuangan emiten," ujar Nafan.
Menurutnya, fundamental perusahaan cenderung menjadi penopang dalam jangka menengah hingga panjang, sedangkan sentimen dan arus dana dapat lebih dominan memengaruhi pergerakan saham dalam jangka pendek.
*Prospek Himbara Masih Menarik*
Nafan melihat bank-bank besar memiliki sejumlah keunggulan berupa skala bisnis, basis nasabah yang luas, diversifikasi pendapatan, serta peran strategis dalam pembiayaan perekonomian nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!