Elnusa Tancap Gas Jaga Ketahanan Energi Nasional, Andalkan Teknologi CEOR dan Inovasi Anak Bangsa
Kamis, 29 Okt 2026, 14:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Di tengah tantangan penurunan produksi migas alamiah, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) tancap gas memperkuat kontribusinya untuk ketahanan energi nasional.
Anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini mengandalkan inovasi teknologi, keunggulan operasional, dan kolaborasi industri untuk mengejar target lifting minyak nasional 610 ribu barel per hari di 2026 dan 612,5 ribu barel di 2027.
Komitmen itu ditegaskan dalam forum Elnusa Energy Connect 2026 bertema "Connecting Capabilities. Inspiring Action. Building Trust" yang digelar sebagai rangkaian Elnusa Journalistic Award (EJA) 2026.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menyebut ketahanan energi butuh keterpaduan kapabilitas, inovasi, dan kerja sama lintas pihak.
"Ketahanan energi nasional membutuhkan keterpaduan antara kapabilitas industri, inovasi teknologi, dan kerja sama lintas pemangku kepentingan," ujar Litta di Jakarta baru baru ini.
Langkah konkret Elnusa terlihat dari keterlibatannya dalam proyek percontohan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding di Lapangan Rama kelolaan PHE OSES. Proyek yang mulai injeksi polimer Juli 2026 itu jadi jurus jitu menggenjot produksi lapangan tua yang sudah matang.
Selain itu, Elnusa juga mengembangkan teknologi inspeksi aset canggih PERTASTREAM In-Line Inspection Ultrasonic Testing (ILI UT) untuk menjaga keandalan infrastruktur migas.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, membeberkan tiga jurus utama perusahaan: Cost Leadership, Synergy, dan Operational Excellence.
"Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan industri untuk berinovasi, beradaptasi, dan membangun kolaborasi yang kuat," kata Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, selaku moderator diskusi.
Dukungan datang dari Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Hermansyah Y Nasroen, yang menilai Elnusa punya peran vital dalam menjaga produktivitas hulu migas Pertamina Group.
Dari sisi industri, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyoroti pentingnya optimalisasi lapangan eksisting, sementara SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina, Hana Timoti, menekankan inovasi yang sesuai karakteristik lapangan.
Tak hanya soal bisnis, dalam forum tersebut Elnusa juga mengkampanyekan ELSA Green Bottle Movement untuk ekonomi sirkular dan memberikan apresiasi kepada insan pers melalui Elnusa Journalistic Award 2026 sebagai mitra strategis menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!