Bima Arya Tantang Anak Muda Terus Bersuara demi Indonesia Emas 2045
Kamis, 29 Okt 2026, 17:10 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Kemendagri
JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk terus menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam menentukan masa depan Indonesia. Menurutnya, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan kontribusi, pemikiran kritis, dan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bima saat menjadi penanggap dalam acara Pasar Gagasan Edisi Khusus Sumpah Pemuda di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga semangat generasi muda untuk menyampaikan pemikiran sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Kalau kata Mbak Sri Mulyani, 'Jangan pernah lelah ... mencintai Indonesia'. Saya titip kepada teman-teman semua di sini, jangan pernah berhenti melontarkan gagasan dan bersuara,” ujar Bima.
Bima menilai, upaya membangun Indonesia yang lebih baik membutuhkan perencanaan dan keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda. Ia mencontohkan pengalaman mengikuti program Indonesian Future Leaders di Nanyang Technological University, Singapura, sekitar 18 tahun lalu.
Dalam program tersebut, Bima bersama 17 peserta lainnya diajak membayangkan kondisi Indonesia pada 20 tahun mendatang. Mereka juga diminta merumuskan langkah untuk mencapai kondisi yang diharapkan serta memahami kontribusi yang dapat diberikan masing-masing peserta.
Pengalaman itu mengajarkannya bahwa membayangkan masa depan tidak cukup hanya dengan menetapkan tujuan ideal. Diperlukan strategi yang jelas, pembagian peran, dan kerja sama agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
Bima menilai pola pikir tersebut relevan dengan upaya mencapai Indonesia Emas 2045. Generasi muda diharapkan tidak hanya menyampaikan kritik terhadap persoalan bangsa, tetapi juga menawarkan solusi dan terlibat dalam proses perubahan.
Untuk menggambarkan pentingnya memahami kondisi masyarakat secara menyeluruh, Bima menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat. Kedua kunjungan itu memperlihatkan perbedaan latar belakang serta harapan anak-anak terhadap masa depan mereka.
Di Sekolah Garuda, Bima bertemu dengan siswa yang mampu menjelaskan cita-cita mereka secara terarah, termasuk keinginan menjadi peneliti di London dan ahli keanekaragaman hayati. Menurutnya, kemampuan para siswa dalam menggambarkan masa depan menunjukkan pentingnya ruang belajar yang mendorong anak-anak mengenali potensi dan tujuan hidup mereka.
Sementara itu, kunjungannya ke Sekolah Rakyat mempertemukannya dengan anak-anak yang sebelumnya telah putus sekolah selama lima tahun. Ketika ditanya mengenai cita-cita, salah seorang siswa menyampaikan keinginan untuk membanggakan orang tuanya yang selama ini menghadapi kesulitan.
“Bagi saya itu luar biasa. Jadi mari kita lihat potret secara utuh. Ketika kritis bersuara itu penting, tetapi ada hal-hal yang saya kira kita perlu lihat bahwa itu bagian dari hal yang baik menuju masa depan yang lebih baik,” sambungnya.
Pengalaman tersebut, menurut Bima, menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia perlu dibangun dengan memahami beragam kondisi dan kebutuhan masyarakat. Kritik dan gagasan tetap penting, tetapi keduanya perlu disertai pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat serta upaya untuk memperbaikinya.
Bima menegaskan bahwa tanggung jawab mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya berada di tangan pemerintah. Aktivis, pemikir, generasi muda, dan berbagai kelompok masyarakat juga memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan serta mendorong perubahan positif.
Ia berharap forum seperti Pasar Gagasan dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertukar pandangan dan menyampaikan kritik secara konstruktif. Melalui diskusi terbuka, berbagai pemikiran diharapkan dapat berkembang menjadi gagasan yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Semangat Sumpah Pemuda, menurut pesan yang disampaikan Bima, perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan merumuskan solusi, dan kemauan berkolaborasi, anak muda diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!