Yordania: Oase Kedamaian dan Lorong Waktu di Timur Tengah
Rabu, 28 Okt 2026, 15:07 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Mussa Hattar
DI tengah kawasan Timur Tengah yang kerap diwarnai dinamika politik yang bergejolak, terdapat sebuah negara yang berdiri kokoh sebagai simbol ketenangan, toleransi, dan keramahan.
Kerajaan Hashemite Yordania, atau yang lebih dikenal sebagai Yordania, adalah sebuah permata tersembunyi yang menawarkan kombinasi magis antara keajaiban kuno, lanskap alam yang dramatis dan modernitas yang berkembang pesat.
Bagi para penjelajah dunia, Yordania bukan sekadar destinasi wisata; negara ini adalah sebuah lorong waktu hidup yang membawa siapa saja kembali ke ribuan tahun silam.
Mahakarya Arsitektur yang Dipahat di Batu Mawar
Membahas Yordania tentu tidak bisa dipisahkan dari Petra, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru. Kota kuno ini dibangun oleh suku Nabatean lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Berbeda dengan kota kuno lain yang dibangun dengan menyusun batu, Petra diciptakan dengan cara memahat tebing-tebing batu pasir berwarna merah muda dan mawar secara langsung.
Perjalanan menuju Petra dimulai melalui Siq, sebuah celah sempit alami sepanjang 1,2 kilometer yang diapit oleh tebing tinggi di kedua sisinya. Berjalan di dalam Siq memberikan sensasi petualangan yang magis. Di ujung celah tersebut, mata Anda akan langsung terpukau oleh kemegahan Al-Khazneh (The Treasury), sebuah kuil megah setinggi 40 meter dengan detail pahatan khas Helenistik yang luar biasa utuh. Petra menjadi bukti nyata bagaimana manusia masa lalu mampu menyatu dengan alam dan menciptakan peradaban yang melampaui zamannya.
Mengapung di Titik Terendah Bumi
Setelah menjelajahi keringnya kota batu, Yordania menawarkan kontras yang luar biasa melalui Laut Mati. Berada di titik terendah di permukaan bumi—sekitar 430 meter di bawah permukaan laut—Laut Mati sebenarnya adalah sebuah danau hiper-salin yang terisolasi.
Kandungan garam di laut ini mencapai hampir 10 kali lipat dari samudra biasa. Tingginya kadar garam dan mineral ini membuat tubuh manusia memiliki daya apung alami yang sangat tinggi.
Di sini, Anda tidak bisa tenggelam. Pengunjung dapat menikmati sensasi unik mengapung dengan santai di atas air sembari membaca koran atau buku.
Selain itu, lumpur hitam di dasar Laut Mati kaya akan magnesium, sodium, dan kalium, yang telah terkenal sejak zaman Cleopatra sebagai terapi alami untuk kesehatan dan kecantikan kulit.
Wadi Rum
Puas meremajakan kulit di Laut Mati, petualangan berlanjut ke selatan menuju Wadi Rum, yang dijuluki sebagai The Valley of the Moon (Lembah Bulan). Wadi Rum adalah lanskap gurun pasir terluas di Yordania yang menawarkan pemandangan surealis.
Bukit-bukit batu pasir yang menjulang tinggi, ngarai sempit, dan hamparan pasir berwarna merah tembaga membuat tempat ini terlihat seperti permukaan planet Mars.
Tidak heran jika industri Hollywood kerap menjadikan Wadi Rum sebagai lokasi syuting film-film fiksi ilmiah populer, seperti The Martian, Star Wars, hingga Dune. Cara terbaik menikmati gurun ini adalah dengan menaiki mobil jip 4x4 bersama suku lokal Badui, lalu bermalam di tenda-tenda tradisional di bawah atap langit yang bertabur jutaan bintang tanpa polusi cahaya.
Perpaduan Modernitas dan Warisan Romawi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!