Kota Kopi di Korea Selatan Padukan Kegiatan Membaca dengan Tren 'Text Hip'
Minggu, 25 Okt 2026, 16:00 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Maeil Business
Otoritas pariwisata Korea Selatan menggabungkan dua obsesi budaya terbesar negara itu—kopi dan membaca—untuk liburan tepi pantai minggu ini di pantai timur negara tersebut.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata serta Organisasi Pariwisata Korea (KTO) mengelar "Sea 24 Hours: Book Trip", sebuah acara membaca di luar ruangan selama lima hari di Pantai Anmok di Gangneung, yang berlangsung hingga hari Minggu (25/10).
Seperti dilaporkan Korea Times, acara ini memanfaatkan tren "text hip" yang viral di kalangan anak muda Korea yang memandang bahwa membaca buku fisik bukan sekadar hobi biasa, melainkan menjadi pernyataan gaya hidup yang modis dan estetis. Acara ini dipadukan dengan Festival Kopi Gangneung tahunan, yang menarik sekitar 300.000 pengunjung ke kota pesisir yang secara luas dikenal sebagai ibu kota kopi spesial Korea.
Berlatar belakang hutan pinus yang membentang di sepanjang garis pantai berpasir, inisiatif ini juga bertujuan untuk mendorong para pelancong untuk bersantai, mengajak pengunjung festival untuk tinggal lebih lama di wilayah tersebut melalui perpaduan santai antara pemandangan pantai, kopi lokal, dan sastra.
Ruang baca yang buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga 8 malam ini menyediakan sekitar 200 buku dalam empat bagian bertema: makanan, fotografi dan rekreasi, konten lokal Gangneung, serta perjalanan dan kopi. Pengunjung juga dapat mendesain pembatas buku mereka sendiri, menuliskan harapan dan destinasi pantai impian untuk dipajang, dan berfoto di tempat-tempat foto bertema buku.
Diskusi buku dengan pembicara tamu juga dijadwalkan. Pada hari Sabtu, seorang tokoh televisi yang mengelola toko buku di Seoul, termasuk satu di lingkungan Haebangchon, berbicara tentang perjalanan di tepi laut dan membaca. Pada hari Minggu, setelah pertunjukan bandoneon, seorang penyanyi-penulis lagu yang mengelola toko buku di Pulau Jeju dan seorang penulis esai mengadakan diskusi buku berjudul “How many pages is the sound of the waves?”
Setelah acara tersebut, sekitar 200 buku di ruang santai akan disumbangkan ke perpustakaan kota Gangneung.
“Acara ini dirancang untuk memadukan aset khas Gangneung berupa 'laut dan kopi' dengan pesona budaya membaca, bertujuan untuk mendorong pengunjung tinggal lebih lama dan menawarkan pengalaman wisata pantai yang berbeda,” kata Lee Keun-hee, kepala Tim Pengembangan Konten Regional KTO.
“Kami berharap pengunjung dapat sepenuhnya bersantai dengan buku yang bagus di tengah deburan ombak musim gugur dan aroma kopi yang kaya, menciptakan kenangan yang tak terlupakan.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!