Zoomtopia 2026: Zoom Luncurkan Unified Context Layer dan Fitur AI Baru
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 17:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Zoom Communications, Inc. memperkenalkan Unified Context Layer dan sejumlah inovasi kecerdasan buatan (AI) dalam konferensi tahunan Zoomtopia 2026. Teknologi ini dirancang untuk menghubungkan percakapan, dokumen, dan data dari berbagai platform agar pengguna maupun agen AI dapat mengambil tindakan berdasarkan informasi yang lebih lengkap.
Dalam aktivitas bisnis, informasi sering tersebar di rapat, panggilan telepon, percakapan daring, dan aplikasi berbeda. Kondisi tersebut dapat menyulitkan karyawan dalam melacak keputusan serta memahami riwayat interaksi, terutama ketika menangani pelanggan.
Melalui Unified Context Layer, Zoom menghubungkan konteks percakapan dengan dokumen dan data terkait dari platform Zoom maupun aplikasi pihak ketiga yang terintegrasi. Sistem ini juga dilengkapi pengaturan akses untuk membantu menjaga keamanan informasi serta mendukung kolaborasi antargen AI.
Pendiri sekaligus CEO Zoom, Eric Yuan, mengatakan bahwa pemahaman terhadap konteks bisnis menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan AI. Menurutnya, sistem yang menghubungkan percakapan dengan pelaksanaan pekerjaan dapat membantu perusahaan mempercepat pengambilan keputusan dan penyelesaian tugas.
“Pengalaman penggunaan produk yang terfragmentasi menyebabkan percakapan terisolasi, menghambat pengambilan keputusan, dan memperlambat kinerja bisnis. Kini, melalui Unified Context Layer, kami sedang membangun fondasi bagi system of action yang dirancang untuk mengubah percakapan menjadi pekerjaan yang tuntas,” ujar Eric Yuan.
Zoom juga melaporkan peningkatan penggunaan produk AI di kalangan pelanggan bisnis. Jumlah pelanggan Zoom Virtual Agent meningkat 256 persen, sementara pengguna yang memanfaatkan berbagai perangkat AI Zoom menyatakan dapat menyelesaikan tugas dua kali lebih cepat.
Sebanyak 72 persen pengguna menilai teknologi AI Zoom memberikan kontribusi tinggi atau sangat tinggi terhadap bisnis mereka, dibandingkan rata-rata pasar sebesar 63 persen. Perusahaan juga memperkirakan pendapatan tahunannya akan melampaui US$5 miliar pada 2026.
Zoom memperkenalkan sejumlah fitur yang memanfaatkan konteks percakapan untuk membantu pengguna menindaklanjuti hasil rapat dan aktivitas kerja, di antaranya:
-
Ikuti Rapat: Menyediakan transkrip dan ringkasan yang dipersonalisasi bagi pengguna yang tidak mengikuti sebagian atau seluruh rapat, dengan target ketersediaan Desember 2026.
-
Catatan yang Disempurnakan: Menghubungkan transkrip dengan materi visual, seperti slide, grafik, dan layar yang dibagikan, agar informasi lebih mudah ditelusuri. Fitur ini ditargetkan tersedia pada November 2026.
-
My Notes Workflows: Mengubah ringkasan rapat menjadi tugas lanjutan melalui aplikasi seperti Zoom Chat dan Salesforce. Pengguna juga dapat membuat alur kerja otomatis menggunakan instruksi bahasa alami, dengan target peluncuran Oktober 2026.
-
Pengalaman Baru Zoom Chat: Menghadirkan tampilan percakapan yang diperbarui dan memungkinkan agen AI membantu menjalankan tindakan sesuai pengaturan administrator, dengan target ketersediaan Desember 2026.
-
ZoomMate Agent Teams: Menghadirkan tim agen AI khusus yang bekerja sama untuk mempercepat pelaksanaan tugas dan sudah tersedia.
Zoom juga memperluas akses terhadap kemampuannya melalui API dan Model Context Protocol (MCP), sehingga pengembang dapat mengintegrasikan fitur Zoom ke dalam sistem AI dan alur kerja lainnya. Sejumlah kemampuan yang diperkenalkan meliputi:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!