DKI Jakarta Jangkau 93 Pasar Lewat Digitalisasi Keuangan Pedagang
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 17:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Program Digitalisasi Pasar Inklusif setelah berjalan lebih dari setahun sekaligus membuka Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (23/10). Program tersebut telah menjangkau 93 pasar rakyat untuk memperluas akses pedagang terhadap layanan keuangan formal.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, program hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Perumda Pasar Jaya itu mencatat sejumlah capaian dalam memperluas layanan keuangan. Program tersebut memfasilitasi pembukaan 1.146 rekening, akses pembiayaan bagi 99 debitur, serta menghadirkan 139 agen Laku Pandai dan 1.283 merchant QRIS.
Menurut Rano, capaian tersebut mencerminkan ketertarikan pedagang terhadap layanan keuangan formal. Namun, ia menekankan pentingnya pendampingan dan evaluasi agar layanan yang telah tersedia dapat digunakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pedagang.
Ia juga mendorong agar kendala yang masih dihadapi pelaku usaha ditangani secara terukur. Dengan begitu, manfaat program diharapkan dapat dipertahankan dan diperluas ke lebih banyak pasar di Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Rano membuka Jakarta Financial Festival 2026 yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026. Pemilihan Blok M sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensinya sebagai kawasan yang mendukung kreativitas, pertumbuhan usaha, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Festival ini dirancang untuk mendekatkan edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin cermat mengelola keuangan di tengah perubahan kondisi ekonomi. Sebanyak 20 pelaku usaha jasa keuangan turut berpartisipasi sebagai tenant untuk memberikan edukasi, konsultasi, serta informasi mengenai produk dan layanan keuangan secara bertanggung jawab.
Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyebut kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai lembaga untuk memperluas pemahaman keuangan masyarakat. Kolaborasi ini melibatkan OJK, Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, dan FKIJK DKI Jakarta.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan Jakarta mencapai 84,01 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 99,74 persen. Tingginya akses terhadap layanan keuangan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rano menyampaikan bahwa perekonomian Jakarta tumbuh 5,52 persen pada triwulan II 2026, dengan sektor perdagangan memberikan kontribusi sebesar 18,24 persen. Menurutnya, angka tersebut memperlihatkan peran penting perdagangan dalam menopang aktivitas ekonomi ibu kota.
Jakarta juga memperoleh TPAKD Award 2026 sebagai Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah terbaik tingkat provinsi untuk wilayah Jawa-Bali. Meski demikian, Rano mengingatkan agar pencapaian tersebut diikuti penguatan sinergi dan edukasi supaya akses keuangan semakin merata dan berkelanjutan.
Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi mengapresiasi kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Ia menyebut hasil SNLIK 2026 menempatkan Jakarta pada posisi tertinggi secara nasional untuk indeks literasi dan inklusi keuangan.
Edwin juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai layanan keuangan ilegal, penipuan atau scam, serta kejahatan siber. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, dan ketentuan produk sebelum menggunakannya agar layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara cerdas dan aman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!