Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Diplomasi Indonesia Harus Sampai di Meja Makan Rakyat

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Bagaimana dengan diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan multilateralisme?

Bagi Indonesia multilateralisme bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Ketika dunia justru paling membutuhkan kerja sama, ruang untuk dialog multilateral semakin menyempit.

Bagi Indonesia, multilateralisme bukan sekadar tentang memiliki tempat di meja perundingan. Multilateralisme adalah tentang kontribusi yang dapat kita bawa ke meja tersebut. Dan kami tidak akan memperlambat langkah.

Oleh sebab itu, saya menyerukan pentingnya reformasi di dalam tubuh PBB agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Reformasi bukan lagi sekadar sesuatu yang diharapkan. Reformasi sudah menjadi kebutuhan mendesak. Indonesia telah menyuarakan hal ini sejak lama.

Prinsip-prinsip Piagam PBB harus tetap menjadi landasan utama hubungan internasional. Namun, lembaga-lembaga yang dibangun berdasarkan prinsip tersebut perlu beradaptasi dengan perubahan zaman agar mampu memberikan hasil nyata bagi negara-negara anggotanya.

Reformasi bukanlah upaya untuk menciptakan kembali sesuatu yang sudah ada, dan bukan pula perubahan demi perubahan itu sendiri. Reformasi bertujuan mewujudkan PBB yang mampu memberikan hasil nyata, melayani, dan memahami tujuan keberadaannya.

Dalam konteks tersebut, Indonesia mendorong penguatan suara negara-negara berkembang, khususnya negara-negara Global South, dalam proses pengambilan keputusan dunia.

Saya menilai reformasi PBB perlu mencakup cara perserikatan bekerja, menjalankan operasional, alokasi sumber daya, serta kemampuan organisasi dalam merespons kebutuhan negara anggotanya.

Reformasi sendiri bukanlah kemewahan. Reformasi merupakan harga yang harus dibayar agar PBB tetap relevan.

20261022223222_Screenshot-2026-10-22-223108.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

29 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.