Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NTT Lirik Potensi Pajak Ribuan Kapal, Belajar dari Kaltara yang Raup Ratusan Juta

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
NTT Lirik Potensi Pajak Ribuan Kapal, Belajar dari Kaltara yang Raup Ratusan Juta Doc: Antara
Ket. Kepala Bapenda Kaltara Datu Iqro Ramadhan bersama Sekprov Kaltara Denny Harianto menjelaskan terkait pungutan Pajak Kendaraan di Atas Air kepada Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kamis (22/10).

Tanjung Selor, Kaltara - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan studi tiru ke Kalimantan Utara (Kaltara) untuk mempelajari penerapan Pajak Kendaraan di Atas Air (PKAA) guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami dari NTT ke Kaltara, tujuan utamanya adalah ingin belajar bagaimana Provinsi Kaltara menerapkan aturan pungutan Pajak Kendaraan di Atas Air,” kata Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kamis (22/10).

Johni mengatakan NTT merupakan daerah kepulauan yang memiliki banyak kapal untuk berbagai keperluan, mulai dari pariwisata hingga perdagangan. Jumlah kapal yang mencapai ribuan dinilai menjadi potensi penerimaan pajak yang belum dikelola secara optimal.

“Jumlah kapal di sana banyak sekali, ribuan. Sehingga ini merupakan potensi pajak yang cukup besar yang belum kami kelola. Kami ingin belajar dari Kaltara yang sudah menerapkan pungutan PKAA,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Kaltara Denny Harianto menjelaskan mekanisme penerapan PKAA, mulai dari dasar regulasi hingga integrasinya dengan persyaratan operasional kendaraan di atas air.

Menurut Denny, PKAA diintegrasikan dengan sistem Standar Pelayanan Minimum (SPM) tahunan yang menjadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta persyaratan teknis laik operasi yang ditetapkan Dinas Perhubungan.

“Speedboat yang akan beroperasi harus memenuhi SPM dan lulus uji laik operasi. Pelunasan PKAA menjadi salah satu syarat untuk memperoleh SPM,” kata Denny.

Ia menyebutkan penerapan PKAA memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Sepanjang 2025, penerimaan dari pajak tersebut mencapai Rp176.893.250.

Denny mengatakan sebanyak 70 unit kendaraan di atas air telah terdata sebagai objek pajak PKAA. Dari jumlah tersebut, 62 unit atau sekitar 89 persen telah melunasi kewajiban pajaknya.

“Dari 70 unit yang terdata, sebanyak 62 unit sudah melunasi pajaknya. Ini menjadi bagian dari upaya kita mengoptimalkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Denny menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur NTT beserta rombongan untuk mempelajari penerapan PKAA di Kaltara, yang disebut sebagai provinsi pertama yang menerapkan pungutan tersebut.

“Saya berharap kunjungan ini dapat menjadi awal kerja sama yang saling menguntungkan antara Kaltara dan NTT, terutama dalam pertukaran pengalaman dan penguatan pengelolaan pendapatan daerah,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

42 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.