Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Diplomasi Indonesia Harus Sampai di Meja Makan Rakyat

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Siapapun yang menjabat sebagai menlu, tetap harus merujuk kepada kebijakan yang sudah diatur dalam perundang-undangan, terutama mengenai politik bebas aktif. Tentunya kita akan terus memprioritaskan hal-hal yang menjadi kepentingan nasional, khususnya terkait dengan, pertama, memperjuangkan kepentingan nasional salah satunya di Asta Cita.

Prinsip diplomasi Indonesia sendiri tidak berubah sejak 1945 dan akan terus dipertahankan. Konsistensi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga kepercayaan dunia internasional. Menteri boleh berganti, arah politik luar negeri Indonesia tidak, kompas kita bukan selera pribadi seorang menteri, melainkan konstitusi. UUD 1945 memberi arah sangat jelas: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Diplomasi berprinsip tetap berlandaskan politik luar negeri bebas aktif. Indonesia tidak terikat pada aliansi maupun blok tertentu, tetapi tetap berupaya membangun hubungan baik dengan semua negara.

Meski mengedepankan perdamaian dan kerja sama, Indonesia akan tetap bersikap tegas apabila kepentingan NKRI terganggu.

Selain itu diplomasi juga harus mendukung ketahanan nasional dan agenda pembangunan pemerintah. Karena itu, kerja sama luar negeri diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, transformasi digital, industri pertahanan, perdagangan, investasi, kesehatan, hingga kedaulatan maritim.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Luar Negeri Indonesia akan meningkatkan kerja sama bilateral dan mendorong berbagai kesepakatan internasional agar menghasilkan manfaat konkret.

Selain kepentingan ekonomi, perlindungan WNI di luar negeri juga menjadi prioritas. Hingga saat ini Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menyelesaikan sekitar 124.000 kasus yang melibatkan WNI di luar negeri sejak 2024 hingga September 2026.

Paspor Indonesia harus berarti satu hal: di mana pun Anda berada, negara ada di belakang Anda. Ke depan, perlindungan WNI tetap menjadi salah satu prioritas utama, dengan respons krisis yang lebih sigap dan layanan digital yang lebih terintegrasi.

Bagaimana dengan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dengan negara-negara sahabat selanjutnya?

Indonesia akan terus mendorong selesainya perundingan kerja sama internasional.  Kami akan tingkatkan dan intensifkan kerja sama bilateral untuk hasil nyata mendukung prioritas pembangunan

Dengan banyaknya capaian kemitraan tersebut, Kemenlu akan memastikan kerangka kerja sama yang ada dan tengah disusun dapat diterjemahkan menjadi aksi konkret yang bermanfaat bagi Indonesia maupun mitra.

Indonesia akan terus mengutamakan diplomasi berprinsip demi menjaga kepercayaan mitra-mitra dunia kepada Indonesia di tengah gejolak dinamika global. Di dunia yang semakin tidak menentu seperti saat ini, prinsip ini jadi semakin penting. Ketika banyak hal yang berubah dengan cepat, dunia mencari mitra yang tidak berubah-ubah. Di dunia yang serba tidak pasti, Indonesia harus menjadi kepastian.

Bagaimana dengan prioritas kebijakan luar negeri Indonesia di masa yang akan datang?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

29 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.