Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Umrah Dinilai Jadi Sarana Penguatan Diplomasi Indonesia–Timur Tengah

📅 Rabu, 10 Des 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Umrah Dinilai Jadi Sarana Penguatan Diplomasi Indonesia–Timur Tengah Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta (kiri) memberikan keterangan setelah menghadiri ramah tamah dengan lembaga pendidikan Islam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/12).

Banjarmasin - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan perjalanan umrah WNI ke Arab Saudi menjadi peluang memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah (Timteng) dan sekitarnya.

“Biasanya WNI selain umrah, ada yang mampir ke negara tetangga di Timteng. Peluang ini sedang kita usahakan supaya ke depan dapat paket umrah sekaligus bisa jadi paket kunjungan ke negara-negara lain,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta saat ramah tamah dengan lembaga pendidikan Islam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/12) malam.

Menurut dia, langkah itu akan semakin memperkuat hubungan budaya dengan negara-negara di Timteng dan sekitarnya.

“Ini sedang kami bahas. Saya baru saja berkunjung ke Bosnia dan Herzegovina (negara Islam di luar Timteng). Kemudian ke Asia Tengah seperti Uzbekistan,” ujar dia.

Anis mengaku sedang mengatur rute-rute di negara itu karena peluang sangat besar dan bahkan biasanya harga tiket untuk penerbangan internasional antarnegara tersebut sama.

Menurut dia, dengan tren penduduk Indonesia berangkat umrah ke Arab Saudi setiap tahun yang mencapai tiga juta jiwa, tidak begitu disadari para pihak.

“Kedutaan Arab Saudi mengeluarkan visa tiga juta per tahun untuk WNI. Bayangkan sebanyak ini setiap tahun WNI ke Arab Saudi. Indonesia dianggap sebagai pengunjung terbesar ke Arab Saudi,” kata Anis.

Di samping itu, ia menyebut kunjungan warga negara Arab Saudi ke Indonesia justru tidak lebih dari 300 ribu jiwa per tahun.

Oleh karena itu, ia mengingatkan para pihak bahwa kondisi itu merupakan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara di Timteng dan sekitarnya.

“Kalau kita dari sekarang meminta itu (paket keliling negara) ke mereka, ini akan menjadi keuntungan menambah wawasan dan pengetahuan bagi WNI bisa mengenal negara-negara Timteng dan sekitarnya,” ujar Anis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.