Daftar 10 Terowongan Kereta Api Tertua di Indonesia, Dibangun Tahun 1879 Sejak Era Kolonial Belanda
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 23:06 WIB | Oleh: OpikAnne menjelaskan bahwa peninggalan tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran lintas bidang, mulai dari teknik sipil, geologi, transportasi, sejarah ekonomi, hingga hubungan perdagangan internasional. Pengelolaan informasi sejarah dan dokumentasi menjadi penting agar masyarakat dapat mengenal peninggalan tersebut sesuai konteks dan nilai budayanya.
“Dari terowongan di Jawa hingga jalur pertambangan bersejarah di Sumatera, kita dapat melihat bagaimana pembangunan transportasi pada masa lalu berkaitan dengan perkembangan teknologi dan ekonomi dunia. Ada pula cerita sosial yang perlu dipahami secara utuh. Kami berharap warisan perkeretaapian ini terus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sejarah Indonesia dari berbagai sudut,” jelas Anne.
Memasuki 159 tahun perkeretaapian Indonesia pada 2026, pengenalan sejarah terowongan menjadi salah satu cara memahami perjalanan panjang transportasi rel di Indonesia. Sebagian peninggalan masih berada pada jaringan aktif, sementara lainnya merupakan bagian dari bekas lintas bersejarah. Keduanya memiliki nilai dokumentasi dan pendidikan yang perlu diperhatikan.
“Sejarah perkeretaapian Indonesia menyimpan banyak pengetahuan yang masih relevan untuk dipelajari. Melalui arsip, dokumentasi, museum, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, KAI ingin membantu masyarakat mengenal perjalanan teknologi transportasi dari masa ke masa. Setiap peninggalan mempunyai cerita, dan cerita itu patut diteruskan kepada generasi berikutnya,” tutup Anne. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!