Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Tiket Kereta Masuk Skema Baru, KAI Daop 8 Sesuaikan Tarif Khusus Mulai Besok

1 Minggu, 11 Okt 2026, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiket Kereta Masuk Skema Baru, KAI Daop 8 Sesuaikan Tarif Khusus Mulai Besok Tiket Kereta Masuk Skema Baru, KAI Daop 8 Sesuaikan Tarif Khusus Mulai Besok Doc: ANTARA/ Didik Suhartono
Ket. Penumpang berjalan menuju gerbong kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026).

SURABAYA – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyesuaikan tarif khusus kereta api mulai 12 Oktober 2026, dengan kenaikan berkisar Rp10.000 hingga Rp60.000 untuk kelas eksekutif dan Rp10.000 hingga Rp55.000 untuk kelas ekonomi.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan penyesuaian tarif tersebut berlaku untuk sejumlah relasi perjalanan yang mendapatkan fasilitas tarif khusus di wilayah Daop 8 Surabaya.

"Kami menyampaikan informasi penyesuaian Tarif Khusus ini agar pelanggan dapat mengetahui perubahan tarif sebelum melakukan pemesanan tiket," kata Mahendro di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/10).

Ia menjelaskan setelah penyesuaian berlaku, tarif khusus kelas eksekutif berkisar Rp45.000 hingga Rp360.000, sedangkan kelas ekonomi berkisar Rp35.000 hingga Rp205.000, bergantung pada relasi perjalanan, kelas pelayanan dan kereta api yang dipilih.

Menurut dia, tarif khusus tersedia untuk sejumlah relasi perjalanan pulang-pergi (PP), antara lain Surabaya Gubeng-Madiun, Surabaya Gubeng-Jombang, Surabaya-Jember dan Surabaya-Probolinggo.

Kemudian, Surabaya-Malang, Surabaya-Cepu, Surabaya-Semarang Tawang, Malang-Madiun, Malang-Kediri, Malang-Blitar, serta Malang-Yogyakarta.

Fasilitas tersebut, lanjutnya, berlaku pada sejumlah layanan kereta api kelas ekonomi hingga eksekutif, di antaranya KA Argo Wilis, Argo Semeru, Bima, Turangga, Ranggajati dan Mutiara Selatan.

Selanjutnya, Sancaka, Pasundan, Logawa, Jayabaya, Gajayana, Malabar, Sembrani, Harina, Dharmawangsa, Gumarang, serta Kertajaya.

Lebih lanjut, Mahendro menambahkan, tarif khusus merupakan alternatif tarif perjalanan pada relasi dan layanan kereta api tertentu yang ketersediaannya bergantung pada kuota tempat duduk serta ketentuan yang berlaku.

Pelanggan, kata dia, dapat membeli tiket tarif khusus melalui loket stasiun dengan mekanisme pembelian langsung atau go-show, mulai dua jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api dari stasiun keberangkatan, selama kuota tempat duduk masih tersedia.

Selain itu, pemesanan dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI dan situs resmi KAI di kai.id.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pelanggan memeriksa tarif, jadwal keberangkatan, relasi perjalanan dan ketersediaan tempat duduk melalui kanal resmi sebelum menyelesaikan transaksi.

"KAI berkomitmen untuk terus menyediakan informasi layanan yang transparan dan mudah diakses oleh masyarakat," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.