Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teka-teki Logam Misterius di Sampit Terungkap, BRIN Ungkap Itu Sampah Antariksa China

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 18:25 WIB | Oleh:
Teka-teki Logam Misterius di Sampit Terungkap, BRIN Ungkap Itu Sampah Antariksa China Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Serpihan benda langit misterius yang jatuh di kawasan perkebunan sawit di wilayah Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

JAKARTA - Peneliti Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyebutkan serpihan benda langit misterius yang jatuh di kawasan perkebunan kelapa sawit di wilayah Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng), merupakan bekas roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) asal China.

Melalui keterangan di Jakarta, Rabu (21/10), Thomas memaparkan bahwa sampah antariksa yang ditemukan pada Senin (19/10) tersebut merupakan sampah antariksa yang memasuki kembali atmosfer Bumi pada Minggu (18/10).

"Berdasarkan data orbit yang kami telusuri, bekas roket ZhuQue-2E melintas dari arah utara ke selatan di atas wilayah Kalimantan pada 18 Oktober 2026. Sekitar pukul 17.36 WIB, lintasannya berada di sekitar Sampit. Waktu ini sesuai dengan laporan warga yang mendengar suara gemuruh pada sore hari tersebut," kata Thomas.

Thomas menjelaskan kesesuaian waktu kejadian dan lintasan orbit menjadi petunjuk penting dalam mengidentifikasi asal benda yang ditemukan warga.

Hasil penelusuran juga menunjukkan bahwa lintasan tersebut merupakan lintasan terakhir bekas roket sebelum memasuki kembali atmosfer Bumi dan tidak lagi berada di orbit.

"Data menunjukkan bahwa itu merupakan lintasan orbit terakhir bekas roket tersebut sebelum kembali memasuki atmosfer Bumi. Kesesuaian antara waktu lintasan dan laporan warga menjadi dasar kuat untuk menduga bahwa benda yang ditemukan di Sampit merupakan bagian dari sampah antariksa ZhuQue-2E," ujarnya.

Adapun ZhuQue-2E merupakan roket peluncur satelit yang dikembangkan perusahaan antariksa komersial China, LandSpace.

Roket tersebut menggunakan bahan bakar metana cair dan oksigen cair, yang dikenal sebagai teknologi propulsi liquid oxygen–liquid methane atau methalox. Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan industri antariksa untuk meningkatkan efisiensi sistem peluncuran.

Berdasarkan informasi peluncuran yang dipublikasikan Xinhua, roket ZhuQue-2E Y4 diluncurkan dari kawasan peluncuran Dongfeng di China pada 14 Oktober 2026 dengan membawa sepuluh satelit.

"Misi peluncuran tersebut dinyatakan berhasil setelah seluruh satelit ditempatkan pada orbit yang telah ditentukan. Setelah menyelesaikan tugasnya, bagian roket yang tidak lagi digunakan dapat tetap mengorbit Bumi untuk sementara waktu. Seiring waktu, hambatan atmosfer secara bertahap menurunkan ketinggian orbit hingga bagian tersebut memasuki kembali atmosfer Bumi," kata Thomas Djamaluddin.

Meski analisis orbit memberikan petunjuk kuat, Thomas menekankan pemeriksaan fisik tetap penting untuk memastikan identitas komponen yang ditemukan, termasuk kecocokan bentuk, material, serta penandaan pada bagian benda dengan informasi teknis roket. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Strava Catat 33 Persen Akti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.