Cupu Kyai Panjolo, Tradisi Turun-temurun yang Terus Dijaga Warga Gunungkidul
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 12:00 WIB | Oleh: Eko SGUNUNGKIDUL—Tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjolo kembali digelar masyarakat Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, Senin (19/10/2026). Ritual yang diwariskan secara turun-temurun tersebut dipertahankan tidak hanya sebagai bagian dari tradisi spiritual, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
Prosesi telah berlangsung sejak siang dengan ziarah ke makam Kyai Sayid Panjolo yang diikuti keluarga, trah keturunan, dan masyarakat. Menjelang pembukaan cupu pada malam hari, warga juga menggelar kenduri dan doa bersama untuk memohon keselamatan serta ketenteraman.
Selama rangkaian ritual berlangsung, pelataran di sekitar lokasi Cupu Kyai Panjolo dibebaskan dari aktivitas perdagangan dan sesadinan. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga ketenangan dan kelancaran prosesi adat.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai konsistensi masyarakat Padukuhan Mendak dan Pemerintah Kalurahan Girisekar dalam mempertahankan tradisi tersebut menjadi bagian penting dari pelestarian budaya yang tumbuh dari masyarakat.
Endah mengutip pesan Presiden pertama RI Soekarno dalam risalah Mencapai Indonesia Merdeka pada Maret 1933, “Kultur yang sejati itu bukanlah sesuatu yang dipaksakan dari luar, melainkan sebuah peradaban yang tumbuh dan subur di tengah masyarakat itu sendiri”.
Menurut Endah, pembukaan Cupu Kyai Panjolo juga memiliki dimensi spiritual sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di sisi lain, pelaksanaan tradisi secara bersama-sama dinilai mampu memperkuat gotong royong dan hubungan sosial warga.
Lurah Girisekar Sukar mengatakan seluruh tahapan upacara adat dapat berlangsung dengan tertib. Ia berharap tradisi tersebut membawa keberkahan, ketenteraman, dan kebaikan bagi masyarakat Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga masyarakat Indonesia.
Pelestarian tradisi Cupu Kyai Panjolo juga akan ditunjang melalui perbaikan akses menuju lokasi. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjadwalkan pengaspalan jalan pada awal November 2026.
Selain perbaikan jalan, fasilitas pendukung di sekitar lokasi juga akan ditata oleh Dinas Pariwisata. Pembenahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, peziarah, maupun pengunjung yang datang mengikuti rangkaian tradisi.
Pembukaan Cupu Kyai Panjolo turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, serta utusan Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta/Mangkunegaran. Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kerukunan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!