Padamkan Karhutla di TN Berbak dan Tahura, Satgas Jambi Tambah Personel Bantuan
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 14:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
KOTA JAMBI – Satgas Provinsi Jambi mengirim personel tambahan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional (TN) Berbak dan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam.
"Perlu segera mengambil langkah-langkah pemadaman, tim tidak bisa menjangkau lewat darat, hari ini tim menuju ke lokasi lewat udara," kata Dansatgas Karhutla Jambi, Al Haris, di Jambi, Minggu (18/10).
Ia menjelaskan, mengingat lokasi yang terbakar di dalam TN Berbak dan Tahura sulit dijangkau melalui perjalanan darat, pihaknya mengambil keputusan membawa personel tambahan menggunakan helikopter bantuan dari TNI-AD.
Nantinya, tambahan pasukan gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan Manggala Agni akan ditempatkan di empat titik. Meliputi Tahuran Orang Kayo Hitam di wilayah Desa Sungai Aur di Kabupaten Muaro Jambi sekaligus berbatasan dengan Tanjung Jabung Timur.
Kemudian tiga titik lainnya di fokuskan untuk penanganan karhutla di TN Berbak di wilayah Desa Sungai Rambut, Desa Rantau Rasau dan Labuhan Pering di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Al Haris menambahkan, bahwa kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung selama beberapa minggu dan api masih menjalar di bawah permukaan tanah.
Untuk itu, selain personel, satgas turut membawa peralatan pemadaman seperti mesin, selang air, dan tenda serta perlengkapan lain untuk mendukung kerja personel di lapangan.
Meski kondisi karhutla di Jambi saat ini relatif terkendali, dirinya mengingatkan agar seluruh pihak tidak boleh lengah menghadapi musim kemarau.
Satgas Jambi terus mengoptimalkan kesiapsiagaan melalui delapan posko penanganan karhutla dengan dukungan total hampir 4.000 personel.
"Sumber asapnya cukup luar biasa. Taman Nasional kita luas dan di dalamnya banyak flora fauna yang terancam, sehingga perlu segera kita selamatkan," tutupnya.
Berdasarkan data dari Pasi Ops Korem 042/Gapu, Mayor Inf M. Tony Wijay, petugas yang diterjunkan menggunakan helikopter MI-17 TNI-AD terdiri terdiri atas 50 personel TNI, 20 personel Polri, serta dukungan dari BPBD dan Basarnas.
"Titik api itu tidak terjangkau oleh personel, kenapa? Kita terjunkanlah mereka melalui udara, dan mereka akan kita bekali selama tujuh hari," kata dia.
Tony menjelaskan, pergerakan angin yang cepat membuat sebaran titik api terus berubah di lapangan. Oleh karena itu, para personel dibekali perbekalan selama sepekan dengan harapan kondisi di lokasi kebakaran dapat segera terkendali.
Menurut dia, jika kondisi cuaca mendukung, pendaratan pasukan diprioritaskan menuju kawasan Labuhan Pering dan Sungai Cemara sebagai target utama, sebelum dilanjutkan ke wilayah Sungai Rambut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!