Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panas Ekstrem Tak Hanya Picu Kepunahan, Tapi Juga Lonjakan Spesies Baru di Bumi

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 15:38 WIB | Oleh:
Panas Ekstrem Tak Hanya Picu Kepunahan, Tapi Juga Lonjakan Spesies Baru di Bumi Doc: John Mills

MELBOURNE - Pemanasan global ekstrem memicu kepunahan massal sekaligus ledakan keanekaragaman tumbuhan selama dua periode dalam kurun 140 juta tahun terakhir.

Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana tumbuhan berbunga menjadi kelompok tumbuhan yang dominan di Bumi, menurut sebuah studi baru.

Studi tersebut menganalisis serbuk sari dan spora yang telah menjadi fosil untuk menunjukkan bahwa periode pemanasan global ekstrem pada pertengahan Zaman Kapur (Cretaceous) dan awal era Kenozoikum (Cenozoic) berperan penting dalam evolusi tumbuhan, baik tumbuhan berbunga maupun kelompok tumbuhan utama lainnya di Bumi.

Demikian menurut pernyataan yang dirilis pada Jumat (16/10) oleh University of Tasmania (UTAS) di Australia.

Para peneliti mengatakan bahwa tumbuhan darat menopang hampir seluruh hewan darat, fungi, dan bakteri, sementara tumbuhan berbunga merupakan kelompok yang paling produktif dan beragam, dengan sekitar 400.000 spesies di seluruh dunia.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Plants, tim peneliti menganalisis lebih dari 60.000 temuan fosil dan menerapkan metode yang mengatasi bias utama dalam catatan fosil. Dengan demikian, mereka menghasilkan perkiraan baru mengenai keanekaragaman serbuk sari dan spora fosil selama 130 juta tahun terakhir.

Salah satu penulis studi tersebut, Profesor Greg Jordan dari UTAS, mengatakan kepunahan tumbuhan maupun kemunculan kelompok tumbuhan baru yang memiliki hubungan evolusioner terjadi terutama selama dua periode pemanasan global ekstrem tersebut.

Masing-masing periode berlangsung selama beberapa juta tahun, dengan pemanasan pada saat yang sama menghancurkan sekaligus mendorong keanekaragaman tumbuhan "dalam rentang waktu jutaan tahun," ujar Jordan.

Sebaliknya, periode yang lebih dingin ditandai oleh minimnya perubahan dalam keanekaragaman tumbuhan.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia kemungkinan akan memicu kepunahan tumbuhan jauh lebih cepat dibandingkan peristiwa pemanasan ekstrem pada masa lalu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Kebut Pekerja...
Megapolitan
BPBD: 253 Unit Rumah Rusak ...
Advertisement
Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.