Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bali Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Dukung Target 100 Persen Energi Terbarukan di Nusa Penida

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 17:18 WIB | Oleh:
Bali Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Dukung Target 100 Persen Energi Terbarukan di Nusa Penida Doc: Istimewa
Ket. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Satu Hari Energi Bersih (SHEB) 2026 yang diselenggarakan di Mercure Hotel Sanur, Denpasar pada hari Kamis (15/10/2026). Mengusung tema From Learning to Living, kegiatan ini menyoroti pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia lokal seiring pembangunan infrastruktur energi bersih.

DENPASAR — Pemerintah memperkuat penyiapan tenaga kerja lokal untuk mendukung target pemanfaatan 100 persen energi terbarukan di Nusa Penida pada 2030. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan keterampilan, pendidikan vokasi, dan ekosistem pekerjaan hijau (green jobs) agar masyarakat setempat dapat mengambil peran dalam transisi energi.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Satu Hari Energi Bersih (SHEB) 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH melalui proyek kerja sama Indonesia-Jerman Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT). Kegiatan yang mendapat dukungan Pusat Keterampilan Energi Terbarukan (PKET) itu berlangsung di Mercure Hotel Sanur pada 15 Oktober 2026, sebagai bagian dari Bali Climate Week 2026.

Mengusung tema From Learning to Living, SHEB 2026 menyoroti pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia lokal seiring pembangunan infrastruktur energi bersih. Langkah ini sekaligus mendukung agenda Bali menuju Net Zero Emission (NZE) 2045.

Pengembangan infrastruktur energi terbarukan di Nusa Penida dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Tanpa persiapan sejak dini, kebutuhan teknisi dan tenaga profesional berpotensi tidak dapat dipenuhi secara optimal oleh tenaga kerja lokal.

Ketua Umum PKET Sim Budiman Setiawan mengatakan, transisi energi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga menyangkut kesiapan manusia yang akan mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut.

“Transisi energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang manusia. Jika kita ingin Nusa Penida 100 persen beralih ke energi terbarukan, kita tidak bisa terus-menerus mendatangkan teknisi dari luar daerah. Tenaga kerja lokal, khususnya generasi muda Bali, harus menjadi aktor utama dan penerima manfaat terbesar dari lahirnya era pekerjaan hijau ini,” kata Sim pada kesempatan itu.

Menurutnya, penyiapan tenaga kerja perlu dimulai dari lembaga pendidikan, terutama sekolah menengah kejuruan (SMK), agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan sektor energi terbarukan.

PKET, lanjut Sim, tengah mengawal integrasi kurikulum energi terbarukan di lima SMK percontohan di Bali. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan industri.

“Transformasi sekolah kejuruan adalah kunci. Saat ini kami mengawal integrasi kurikulum energi terbarukan di lima SMK percontohan di Bali, mengubah paradigma dari sekadar teori menjadi praktik riil yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri energi terbarukan,” ujarnya.

Tantangan Keterampilan Tenaga Kerja Lokal

Penyiapan tenaga kerja menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan target energi terbarukan di Nusa Penida. Kegiatan percontohan GESIT menemukan bahwa pilihan pendidikan dan jalur karier yang berkaitan dengan energi terbarukan masih terbatas.

Di SMKN 1 Nusa Penida, misalnya, program keahlian yang tersedia saat ini masih berfokus pada bidang pariwisata. Sementara itu, sebagian tenaga teknis kelistrikan masih membutuhkan peningkatan kompetensi dan sertifikasi sesuai standar industri energi terbarukan.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penyesuaian pendidikan vokasi agar mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor energi bersih. Pengembangan keterampilan juga perlu dilakukan sebelum permintaan tenaga kerja meningkat seiring pembangunan pembangkit dan infrastruktur pendukung lainnya.

Melalui proyek GESIT, Bappenas dan GIZ mendukung pemerintah serta sektor swasta dalam mendorong pengembangan pekerjaan hijau secara inklusif. Program ini mencakup pengembangan kebijakan, peningkatan keterampilan, pelaksanaan kegiatan percontohan di daerah, serta penguatan koordinasi dan pemantauan pengembangan pekerjaan hijau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
MSCI Ancam Tendang Saham RI...

Besok BABYMONSTER Gelar Konser di Indonesia Arena

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Besok BABYMONSTER Gelar Kon...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.