Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuba Putar Otak Beralih ke Tenaga Surya demi Keluar dari Jeratan Sanksi AS

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 15:43 WIB | Oleh:
Kuba Putar Otak Beralih ke Tenaga Surya demi Keluar dari Jeratan Sanksi AS Doc: AFP/Yamil Lage/Getty Images

HAVANA - Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menyatakan pemanfaatan energi terbarukan di negaranya kini berperan terhadap lebih dari 20 persen pembangkit listrik, di tengah upaya mereka mengurangi dampak blokade bahan bakar yang dilancarkan Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah unggahan di akun media sosial X pribadinya, Jumat (16/10), Rodriguez mengatakan pemerintah negaranya bersama Partai Komunis Kuba merespon blokade energi AS, yang disebutnya "bertujuan menghukum seluruh warga Kuba", dengan "kedaulatan lebih besar beserta tindakan terukur" untuk mengurangi dampak perilaku AS.

Kuba kini memiliki 144 taman tenaga surya dengan kapasitas terpasang gabungan sebesar 1.418 megawatt, sementara sumber energi terbarukan menyumbang 21,4 persen dari produksi listrik nasional, kata Rodriguez.

Kuba juga memiliki 44 stasiun pengisian daya kendaraan listrik (EV) bertenaga surya dan 64 stasiun pengisian daya publik, ungkap Rodriguez, seraya menambahkan bahwa seluruh poliklinik, panti wreda, rumah bersalin, dan rumah duka telah dilengkapi dengan fasilitas energi terbarukan.

Pada Januari 2026, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan sanksi dan tarif terhadap negara-negara serta entitas yang memasok bahan bakar ke Kuba. Langkah tersebut dikecam oleh Havana sebagai "blokade energi".

Selama sembilan bulan terakhir, Kuba hanya menerima satu pengiriman minyak mentah dari Russia, dengan total sekitar 100.000 ton. Jumlah tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan negara itu selama dua pekan.

Kuba dijadwalkan mengajukan resolusi kepada Majelis Umum PBB pada 29 Oktober untuk ke-34 kalinya, menyerukan diakhirinya blokade ekonomi, komersial, dan keuangan AS yang telah diberlakukan terhadap negara kepulauan itu selama lebih dari enam dekade.

Menurut angka pemerintah Kuba, blokade tersebut telah menyebabkan kerugian ekonomi hampir 179 miliar dollar AS. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Kebut Pekerja...
Megapolitan
BPBD: 253 Unit Rumah Rusak ...
Advertisement
Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.