Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 14:14 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
PARIS – Kerusuhan makin meluas dan cenderung tak terkendali. Toko-toko merek super mewah dijarah seperti gerai milik Apple, Louis Vuitton, dan Hermès. Selain itu, mobil-mobil dibakar dan gedung-gedung hancur.
Sedikitnya 400 orang telah ditangkap di seluruh Prancis. Apakah ini menjadi ambang keruntuhan Prancis? Sejauh ini pemerintah menyalahkan kelompok kiri.
Aksi protes di Prancis berubah menjadi kekerasan saat para penjarah menyasar gerai Apple, Louis Vuitton, dan Hermès tersebut. Demikian laporan sundayguardian, Minggu (18/10).
Kemarahan akibat kenaikan harga, tekanan terhadap anggaran rumah tangga, serta kekhawatiran mengenai layanan publik meluap ke jalan-jalan di Prancis pada hari Sabtu, 17 Oktober, saat aksi unjuk rasa berubah menjadi kekerasan di beberapa kota besar.
Ini adalah aksi merembet dari protes pelajar dan mahasiswa saat mereka menuntut perbaikan sektor pendidikan dan kondisi kerja. Semua itu telah berkembang menjadi bentuk ketidakpuasan publik berskala nasional, di mana kelompok-kelompok bertopeng menjarah toko, membakar kendaraan, dan merusak gedung-gedung pemerintah.
Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan sebanyak 550.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi di seluruh negeri, termasuk sekitar 110.000 orang di Paris. Kericuhan tersebut juga memicu penangkapan massal serta peringatan dari Presiden Emmanuel Macron bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tindak kekerasan akan menghadapi konsekuensi hukum.
Toko Hermès di Paris telah dikosongkan sepenuhnya di tengah kerusuhan yang sedang berlangsung. Situasi tetap tegang seiring dengan terus berlanjutnya aksi protes di seluruh kota.
Gerai Rolexseperti toko Apple, Louis Vuitton, dan Hermès juga dijarah. Semua toko mewah menjadi sasaran dalam aksi protes penuh kekerasan di seluruh Prancis yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup serta kebijakan pengeluaran pemerintah.
Para demonstran membakar mobil, merusak bangunan, dan terlibat bentrokan dengan polisi antihuru-hara seiring meluasnya kerusuhan di sejumlah kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!