Perang Iran Picu Krisis Energi, IMF Sebut Negara Miskin Kehilangan Pilihan
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 14:22 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun, prospek pertumbuhan berbeda tajam antarnegara, bergantung pada tingkat paparan terhadap perang Iran dan keterlibatan mereka dalam rantai pasok teknologi AI.
Perekonomian negara-negara maju diperkirakan tumbuh 2,1 persen pada 2026. Negara-negara yang terlibat dalam rantai pasok AI, seperti Taiwan dan Korea Selatan, diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi.
Koeva Brooks mengatakan kepada AFP bahwa jika aktivitas investasi AI melambat, perekonomian global akan mengalami dampak negatif terhadap output atau hasil produksi.
“Dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, tetapi juga merambat ke Asia melalui keterkaitan perdagangan,” katanya.
Dalam skenario terburuk IMF, yakni ketika AI gagal menghasilkan peningkatan produktivitas seperti yang dijanjikan, proyeksi produk domestik bruto (PDB) global pada 2028 dapat turun hingga 0,4 persen.
Risiko terkait perubahan iklim juga menjadi salah satu fokus utama laporan World Economic Outlook tahun ini. Koeva Brooks mengatakan sebagian dampak fenomena El Nino yang sangat kuat telah diperhitungkan dalam kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
El Nino merupakan fase pemanasan dalam siklus iklim alami yang meningkatkan suhu permukaan laut di kawasan tropis Samudra Pasifik. Fenomena ini memicu perubahan pola cuaca yang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan banjir, sekaligus memperburuk pemanasan global akibat aktivitas manusia.
“Kami melihat kenaikan signifikan pada harga minuman, harga beras, dan sebagainya,” kata Koeva Brooks.
“Tentu saja, efek domino yang terjadi bisa jadi jauh lebih besar daripada yang kami perhitungkan saat ini.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!