Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kakek dan Nenek Terlalu Ikut Campur Urusan Cucu? Ini Cara Bijak Menyikapinya

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 06:01 WIB | Oleh:
Kakek dan Nenek Terlalu Ikut Campur Urusan Cucu? Ini Cara Bijak Menyikapinya Doc: Antara foto
Ket. Arsip - Para orang tua antre menunggu giliran pemeriksaan berat dan tinggi badan bayi mereka dalam kegiatan Posyandu Kencana di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (2/12/2025).

JAKARTA - Perbedaan pendapat dan pandangan mengenai pengasuhan anak bisa muncul antara orang tua dan kakek-nenek yang ikut membantu mengasuh anak.

Karena pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak terus berkembang, praktik pengasuhan anak yang dulu dianggap baik belum tentu sesuai dengan kebutuhan setiap anak pada masa sekarang.

Saat dihubungi ANTARA pada Senin, Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog mengemukakan bahwa orang tua bisa menjadikan pengalaman dari generasi sebelumnya sebagai masukan dalam menentukan pola asuh anak.

Namun, dia melanjutkan, penerapan saran pengasuhan dari kakek maupun nenek sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak berdasarkan informasi ilmiah dan rekomendasi tenaga ahli.

Prof. Rose mengingatkan bahwa orang tua merupakan pemegang tanggung jawab utama dalam pengasuhan anak.

"Yang bertanggung jawab pada anak, sekali lagi saya bilang adalah orang tuanya. Maka orang tua yang harus bikin aturannya, do and don't-nya," katanya.

Menurut dia, praktik pengasuhan anak semestinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak dan didasarkan pada informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata mengikuti kebiasaan dari generasi ke generasi.

Ketika muncul ketidaksepahaman mengenai pengasuhan anak antara orang tua dengan kakek dan nenek, ia menyarankan orang tua menyampaikan alasan mereka secara jelas dan santun.

"Kalau kita tidak sepaham dengan kakek-nenek, berikan alasan yang jelas, sehingga hal itu mungkin bisa diterima oleh orang tua kita atau kakek-nenek," katanya.

Menurut Prof. Rose, orang tua juga dapat mengajak kakek-nenek berkonsultasi bersama ke dokter anak agar memperoleh penjelasan dari tenaga ahli mengenai rekomendasi pola pengasuhan anak.

Upaya tersebut dapat membantu keluarga lebih memahami kebutuhan anak serta menekan risiko konflik akibat perbedaan pandangan orang tua dengan kakek dan nenek mengenai pengasuhan anak yang tepat.

Prof. Rose mencontohkan, orang tua bisa mengajak kakek dan nenek berkonsultasi dengan dokter anak mengenai pemberian makanan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi.

Ia mengatakan, pengetahuan mengenai pemberian makanan sesuai dengan kebutuhan anak serta kondisi khusus anak seperti alergi perlu disampaikan kepada anggota keluarga yang ikut mengasuh anak.

Dengan demikian, semua anggota keluarga yang berpartisipasi dalam pengasuhan anak bisa mengetahui tindakan yang perlu dilakukan maupun dihindari demi menjaga kesehatan anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Refleksi 24 Tahun Peristiwa Bom Bali

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Refleksi 24 Tahun Peristiwa...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.