Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketegangan Hubungan Tiongkok dan Negara Amerika Latin, Menteri Dilarang Berkunjung ke Beijing

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Ketegangan Hubungan Tiongkok dan Negara Amerika Latin, Menteri Dilarang Berkunjung ke Beijing Doc: ist
Ket. ketegangan diplomatik

BEIJING – Tiongkok tengah bersitegang dengan salah satu negara Amerika Latin, Paraguay. Bahkan sampai-sampai Beijingmelarang Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Paraguay, Gustavo Emigdio Villate Samaniego, serta Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Belize, Francis Fonseca, masuk ke Tiongkok karena dinilai berpihak pada Taiwan.

"Sejumlah politisi di Paraguay dan Belize secara sukarela menjadi pion bagi otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) dalam upaya mereka mengejar kemerdekaan dengan mencari dukungan dari pihak luar. Kunjungan mereka ke Taiwan serta penerimaan mereka terhadap kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan' di negara masing-masing merupakan campur tangan serius terhadap urusan dalam negeri Tiongkok," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning di Beijing, Senin (12/10).

Dalam laman Kementerian Luar Negeri Tiongkok disebutkan politisi anti-Tiongkok di Paraguay dan Balize, demi kepentingan pribadi mereka sendiri, terus mendukung untuk mempertahankan apa yang disebut sebagai hubungan "diplomatik" dengan wilayah Taiwan, China, serta melakukan serangkaian tindakan maupun menyampaikan pernyataan buruk terkait isu-isu yang menyangkut China, sehingga merugikan kepentingan inti pihak China.

Untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasional, serta menentang tindakan separatis "kemerdekaan Taiwan", berdasarkan ketentuan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 6, Pasal 9, dan Pasal 15 Undang-Undang Anti-Sanksi Asing Republik Rakyat China, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk mengambil langkah-langkah balasan berikut terhadap Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Paraguay Gustavo Emigdio Villate Samaniego dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Belize, Francis Fonseca.

Tindakan tersebut adalah, pertama membekukan aset bergerak, aset tidak bergerak, dan berbagai jenis harta benda lainnya yang dimilikinya di wilayah China; kedua, melarang organisasi dan individu tersebut di wilayah China melakukan transaksi, kerja sama, dan kegiatan lainnya dengannya; ketiga, tidak menerbitkan visa baginya dan melarangnya memasuki wilayah China (termasuk Hong Kong dan Makau).

"Mereka juga menyerang dan mencemarkan nama baik China dengan menyebarkan disinformasi mengenai 'serangan siber China', sehingga menimbulkan dampak yang sangat buruk di dunia internasional," ungkap Mao Ning.

Mao Ning menegaskan, terhadap para pendukung garis keras kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan", China akan mengambil semua tindakan hukuman yang diperlukan untuk dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya.

"Kami mendesak segelintir negara yang masih mempertahankan apa yang disebut sebagai 'hubungan diplomatik' dengan wilayah Taiwan, China, agar tidak terus-menerus dimanipulasi dan dimanfaatkan oleh kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan'. Hal itu hanya akan membuat mereka kehilangan peluang pembangunan dan menyebabkan isolasi internasional," tegas Mao Ning.

Dua hari sebelum China mengumumkan sanksi tersebut, Gustavo mengunggah pesan di platform X untuk mengucapkan selamat atas "hari Nasional Taiwan". Gustavo juga tercantum dalam daftar tamu untuk pelantikan pemimpin Taiwan, Lai Ching-te, pada Mei 2024.

Sedangkan Francis juga menghadiri pelantikan Lai pada 2024. Sebelumnya, ia juga sempat mengunjungi pulau tersebut pada Maret 2022.

Pada September 2026 lalu di Belize, Francis bertemu dengan Lin Chia-lung, kepala otoritas "urusan luar negeri" Taiwan. Dalam pertemuan tersebut, Francis menegaskan kembali dukungannya terhadap apa yang disebut sebagai "partisipasi internasional" Taiwan dan menyatakan optimisme mengenai prospek perluasan "perdagangan bilateral".

Saat ini hanya ada 12 negara yang punya hubungan diplomatik dengan Taiwan yaitu Belize, Guatemala, Paraguay, Haiti, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent and the Grenadines, Kepulauan Marshall, Palau, Tuvalu, Eswatini dan Vatikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
PBB Desak Investigasi Seran...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.