Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pameran Trinetra Dekatkan Museum dengan Generasi Muda

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pameran Trinetra Dekatkan Museum dengan Generasi Muda Doc: Dok. Antara

YOGYAKARTA — Museum didorong tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi bersejarah, tetapi berkembang sebagai ruang belajar yang terbuka dan relevan bagi masyarakat. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Pameran Kolaboratif Museum bertajuk "Trinetra: Lensa Mata, Mata Hati, Mata Angin" yang berlangsung pada 13-17 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, pameran yang digelar sehari setelah peringatan Hari Museum Indonesia itu menjadi sarana untuk memperkuat fungsi museum dalam pendidikan sekaligus pelestarian sejarah dan budaya.

"Pameran sehari setelah peringatan Hari Museum Indonesia ini menjadi salah satu upaya memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi, pelestarian ingatan kolektif, dan penyampaian pengetahuan sejarah serta budaya kepada publik," kata Yetti di Yogyakarta, Selasa.

Pameran yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bersama Forum Komunikasi Museum Kota (FKMK) tersebut berlangsung di Selasar Museum Dr Yap Prawirohusodo. Kegiatan ini mempertemukan koleksi, sejarah, gagasan, dan kreativitas dalam satu ruang untuk mendekatkan museum kepada masyarakat.

Trinetra sekaligus menjadi proyek akhir Museum Youth Internship Program (MYIP) 2026 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Selama dua bulan, mahasiswa dari berbagai jurusan menjalani program magang di Museum Dr Yap Prawirohusodo, Museum Dewantara Kirti Griya, dan Museum Bahari.

Keterlibatan mahasiswa diharapkan membuat proses pembelajaran di museum tidak berhenti pada pengenalan koleksi dan sejarah. Peserta juga didorong menghasilkan gagasan dan karya yang dapat dinikmati masyarakat.

"Program magang tidak seharusnya berhenti pada proses belajar, tetapi perlu menghasilkan karya dan gagasan yang manfaatnya dapat dirasakan publik. Melalui pameran ini generasi muda tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga terlibat dalam merawat dan menyampaikannya kepada masyarakat," katanya.

Tema "Trinetra: Lensa Mata, Mata Hati, Mata Angin" mengambil filosofi tiga mata Dewa Siwa sebagai ajakan untuk melihat dunia secara lebih utuh. Konsep tersebut diterjemahkan melalui tiga zona pameran dengan tema berbeda.

Pengunjung diajak menelusuri perkembangan ilmu dan praktik medis, memahami peran pendidikan dan budi pekerti dalam membebaskan pikiran, serta melihat perubahan zaman dan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa. Ketiga bagian tersebut dirancang untuk menghubungkan pemahaman terhadap masa lalu, pemaknaan kondisi masa kini, dan pandangan mengenai masa depan Indonesia.

Selain koleksi yang dipamerkan, sejumlah program publik disiapkan untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif kepada pengunjung. Kegiatan tersebut antara lain tur kuratorial, Look n Find Me, pengenalan jamu melalui "Njamu Jam Telu", serta Lesehan Sejarah.

Pendekatan kolaboratif tersebut juga menjadi cara untuk mempertemukan pengelola museum dengan kalangan yang lebih luas, termasuk mahasiswa, komunitas, akademisi, dan masyarakat.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan publik museum sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan gagasan di antara pengelola museum, mahasiswa, komunitas, akademisi, dan masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.