Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panel Surya Perkuat Pertanian Perkotaan di Yogyakarta

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 13:45 WIB | Oleh:
Panel Surya Perkuat Pertanian Perkotaan di Yogyakarta Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA—Pemanfaatan energi surya mulai diterapkan untuk menunjang pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta. Teknologi energi terbarukan tersebut digunakan untuk mengoperasikan sistem hidroponik sehingga kegiatan bercocok tanam di tengah keterbatasan lahan perkotaan dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

Penerapan teknologi itu dilakukan di Kebun Sayur Taman Guyub Rukun RW 06 Semaki Gede, Umbulharjo. Panel surya yang digunakan merupakan dukungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta bersama SP Kinasih untuk menunjang pengelolaan tanaman hidroponik yang dikembangkan kelompok tani setempat.

Ketua KADIN Kota Yogyakarta Eko Sutrisno mengatakan, pertanian perkotaan memiliki peran penting karena mampu memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan tanaman pangan sekaligus menjadi kegiatan produktif bagi masyarakat.

"Ini adalah bentuk dukungan KADIN Kota Yogyakarta untuk membantu ibu-ibu melakukan urban farming," ujar Eko, Senin (12/10/2026).

Menurut Eko, penggunaan panel surya pada pertanian perkotaan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional. Pemanfaatan energi terbarukan tersebut sekaligus sejalan dengan langkah menekan emisi gas rumah kaca atau dekarbonisasi di Kota Yogyakarta.

Energi surya, lanjutnya, dapat diterapkan dalam skala sederhana dan langsung digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional kebun. Dengan dukungan teknologi, pertanian perkotaan diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pengembangan inovasi, produktivitas warga, dan kepedulian terhadap lingkungan.

"Pemanfaatan energi surya pada kebun hidroponik tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi energi terbarukan dapat diterapkan secara sederhana dan langsung memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Salah satu teknisi, Feri Abirama Putra, menjelaskan listrik yang dihasilkan panel surya di Kebun Sayur Taman Guyub Rukun digunakan untuk mengoperasikan pompa air pada instalasi hidroponik. Pompa berfungsi menjaga aliran dan sirkulasi air yang dibutuhkan tanaman.

"Panel surya ini untuk menggerakkan pompa air. Nantinya pompa air ini untuk mengaliri tanaman yang ada di hidroponik," jelas Feri.

Selain untuk pompa hidroponik, energi yang dihasilkan juga dimanfaatkan sebagai sumber penerangan di kawasan kebun. Listrik yang tersimpan dalam baterai dapat digunakan pada malam hari sehingga aktivitas dan pemanfaatan area kebun tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik konvensional.

Feri menyebut pengisian baterai melalui panel surya membutuhkan waktu sekitar empat jam saat cuaca cerah. Pengisian umumnya dimulai pukul 09.00 ketika intensitas cahaya matahari sudah mencukupi dan baterai dapat terisi penuh sekitar pukul 13.00.

"Biasanya mulai menge-charge pukul 09.00 pagi ketika matahari sudah mulai terang, sampai penuh sekitar pukul 13.00. Tapi kalau cuaca mendung, mengisi dayanya bisa lebih dari itu," katanya.

Energi yang telah tersimpan kemudian dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik kebun tanpa panel surya harus melakukan pengisian sepanjang hari.

"Jadi nge-charge tidak perlu seharian. Daya tahannya sendiri juga bisa sampai seharian," ujar Feri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
PBB Desak Investigasi Seran...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.