Kendalikan Inflasi, Pemprov Kalimantan Barat Sediakan 10 Ton Beras melalui Gerakan Pangan Murah
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 13:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menyediakan hampir 10 ton beras premium dan medium melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu mengendalikan inflasi dan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dampak kemarau panjang atau fenomena El Nino.
“Inflasi Kalbar sempat mengalami kenaikan, bahkan secara nasional, sehingga melalui Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota, kami berupaya menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat Manto di Pontianak, Senin (12/10).
Ia mengatakan salah satu komoditas yang menjadi perhatian pemerintah adalah cabai karena turut menyumbang inflasi, sedangkan kebutuhan pasokan di Kalbar masih harus dipenuhi dari luar daerah sehingga pengendalian distribusi dan ketersediaannya terus diupayakan.
Dalam GPM yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia di Pontianak itu, pemerintah menyediakan hampir 10 ton beras premium dan medium.
"Sembilan ton disiapkan di lokasi penjualan dan satu ton lainnya disimpan di gudang sebagai cadangan apabila persediaan tidak mencukupi," ujar dia.
Selain beras, tersedia 1.000 liter minyak goreng dan 1.000 kilogram gula pasir. Berbagai produk pangan lainnya juga ditawarkan sejumlah vendor dengan harga yang diklaim lebih rendah dibandingkan harga pasar karena dipasok langsung dari distributor.
GPM merupakan program yang digelar di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat sejak Januari hingga Desember 2026 untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau, katanya menambahkan.
Selain penjualan bahan pokok, rangkaian Hari Pangan Sedunia ke-46 turut diisi lomba video ketahanan pangan bertema “Stop Boros Pangan” dan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), serta lomba cipta menu berbahan pangan lokal yang diolah menjadi mie.
Manto berharap inovasi pangan lokal tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing dan menembus pasar lokal maupun internasional.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat Erlina mengatakan penguatan ketahanan pangan perlu dimulai dari keluarga, antara lain dengan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan bergizi.
"Kita harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan mengurangi pengeluaran rumah tangga," kata Erlina.
TP PKK akan membantu menyosialisasikan program ketahanan pangan melalui kelompok dasawisma agar kesadaran masyarakat mengenai pemenuhan gizi, pemanfaatan pekarangan, dan pengembangan pangan lokal semakin meningkat, katanya menambahkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!