Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekan Dampak Karhutla, Perum Bulog Kalimantan Barat Salurkan 75 Ton Beras Premium

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tekan Dampak Karhutla, Perum Bulog Kalimantan Barat Salurkan 75 Ton Beras Premium Doc: ANTARA
Ket. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalbar Rasiwan (kanan) didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Doni Septadijaya (kiri) usai peluncuran Kapuas Kompak di Kantor Bulog Wilayah Kalbar di Pontianak, Selasa (13/10/20260.

PONTIANAK – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat menyalurkan 75 ton beras premium seharga Rp15.300 per kilogram melalui Program Kapuas Kompak untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah risiko gangguan distribusi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk periode pertama, sebanyak 75 ton kami salurkan melalui jaringan Bulog, khususnya jaringan ritel Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di Kalbar,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalbar, Rasiwan, di Pontianak, Selasa (13/10).

Rasiwan menjelaskan, Program Keagenan Penyalur Upaya Stabilisasi Komoditas Pangan Krusial (Kapuas Kompak) ini diluncurkan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat. Penyalurannya juga didukung Bank Indonesia (BI) untuk membantu kelancaran distribusi beras dari daerah produsen hingga ke pelaku usaha di Kalbar.

"Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga pasokan dan menyediakan beras premium dengan harga jual di bawah harga eceran tertinggi (HET) di wilayah Kalbar," katanya.

Rasiwan mengatakan pengendalian harga perlu didukung pengelolaan stok, pemantauan perkembangan harga, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga beras terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan karhutla berpotensi mengganggu rantai pasok, terutama distribusi, karena kendala logistik dapat meningkatkan biaya yang ditanggung pelaku usaha.

“Kendala logistik dapat meningkatkan ongkos yang harus dibayar pelaku usaha dan pada akhirnya dibebankan kepada konsumen,” kata Doni.

Ia mengatakan dampak karhutla di kawasan Kalimantan diprakirakan memberikan andil sekitar 0,17 persen terhadap inflasi seluruh Kalimantan.

"Dampak di Kalimantan Barat diprakirakan hampir sama sehingga diperlukan langkah intervensi dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengendalikan inflasi," kata Doni.

Melalui Kapuas Kompak, Bulog, BI, dan TPID Kalbar berharap koordinasi pemantauan stok, distribusi, dan harga semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu mengantisipasi gejolak harga beras premium sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
PBB Desak Investigasi Seran...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.