Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Cukup Komitmen Hijau, Pemerintah Kejar Investasi Konkret di COP31

📅 Senin, 12 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Peluang investasi hijau yang dapat dikembangkan Indonesia mencakup pengelolaan hutan dan lahan, energi, industri, pertanian, persampahan, serta karbon biru di wilayah laut dan pesisir.

Di sektor pangan, pemerintah mengarahkan pengembangan teknologi ramah lingkungan melalui pertanian cerdas (smart agriculture), budi daya padi rendah emisi (green rice), dan budi daya perairan berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.

Pengembangan sistem silvofishery yang memadukan kegiatan perikanan dengan pelestarian mangrove juga menjadi salah satu peluang investasi, disertai konservasi dan restorasi lahan terdegradasi untuk membuka kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.

Sementara itu, di sektor persampahan, pengembangan pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan pemerintah daerah diarahkan untuk mengurangi emisi metana, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan energi.

Pemerintah juga mengarahkan pengembangan karbon biru melalui perlindungan ekosistem laut dan pesisir, termasuk mangrove yang berperan menyerap dan menyimpan karbon, dengan memperhatikan pemberdayaan masyarakat agar manfaat ekonomi dan lingkungannya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Zulhas turut menekankan pentingnya dukungan riset dan inovasi, termasuk dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk mempercepat penerapan teknologi ramah lingkungan sesuai kebutuhan nasional serta meningkatkan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Menjelang COP31, ia berharap delegasi Indonesia memperkuat koordinasi lintas sektor, menyampaikan capaian pemerintah secara efektif, serta membuka peluang kerja sama internasional yang memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional.

COP31 dijadwalkan berlangsung pada 9–20 November 2026 di Antalya, Turki, dengan pemerintah Indonesia menargetkan hasil kerja sama dan investasi hijau yang dapat mendukung perlindungan lingkungan serta prioritas pembangunan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Bahan-bahan Lokal Dimanfaatkan untuk Mengolah Air Gambut  

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bahan-bahan Lokal Dimanfaat...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.