Jelang Usia 60 Tahun ASEAN, Menlu Arrmanatha Dorong Organisasi Lebih Efektif dan Berdampak Nyata
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menyatakan dirinya akan terus mendorong ASEAN agar menjadi semakin efektif dan berdampak bagi kawasan saat organisasi tersebut menyongsong usia ke-60 tahunnya.
“Menjelang 60 tahun ASEAN pada 2027, Indonesia akan mendorong ASEAN agar semakin efektif, lebih adaptif, dan tetap relevan,” kata Arrmanatha Nasir dalam pernyataan pers perdana usai serah terima jabatan menteri luar negeri dari Sugiono di Jakarta, Senin (12/10).
Selama hampir enam dasawarsa, ASEAN telah menjadi jangkar politik luar negeri Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas kawasan. Ia menegaskan hal ini “tidak akan berubah”.
Indonesia juga memiliki kepentingan besar dalam mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang stabil, damai, dan dapat diprediksi supaya semua negara di dalamnya, termasuk Indonesia sendiri, punya ruang untuk bertumbuh.
Menlu RI menilai ASEAN harus diperkuat agar dapat mewujudkan hasil strategis yang nyata untuk menjaga perdamaian, memperkuat kepercayaan, dan membawa manfaat bagi rakyat di kawasan.
“ASEAN juga harus berkontribusi memperkuat arsitektur kawasan Indo-Pasifik, sehingga memastikan keamanan bersama, stabilitas bersama, dan kesejahteraan untuk semua,” tambahnya.
Untuk itu, Indonesia akan mendorong Forum Regional ASEAN (ARF) agar semakin inklusif dan dapat meningkatkan sikap saling percaya antara anggotanya.
Indonesia juga akan mendorong berbagai platform kerja sama kawasan, seperti ASEAN Plus Three, East Asia Summit, serta kemitraan dengan berbagai mitra wicara, sebagai penggerak utama kerja sama ASEAN.
Dengan menyoroti adanya peluang wakil Indonesia menjadi Sekretaris Jenderal ASEAN pada 2028, Arrmanatha menegaskan bahwa Indonesia akan memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.
“Kesempatan itu akan kita manfaatkan untuk ikut membentuk arah dan memperkuat kerja sama ASEAN ke depannya,” ucap Menlu RI.
Lebih lanjut, dia berkata akan terus memperjuangkan kepentingan negara berkembang dalam berbagai organisasi internasional yang diikuti Indonesia seperti G20, BRICS, MIKTA, OKI, dan D8.
Arrmanatha juga menyampaikan bahwa fokus diplomasi Indonesia adalah dalam rangka penguatan ketahanan nasional supaya dapat berkontribusi bagi kawasan maupun dunia.
“Indonesia yang kuat di dalam, dipercaya di kawasan, dan didengar di dunia,” kata dia saat merangkum apa yang ingin dicapai saat menakhodai diplomasi Indonesia sebagai Menlu RI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!