Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Temukan Lumut Tangguh yang Berpotensi Mendukung Kolonisasi Mars

📅 Senin, 12 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ilmuwan Temukan Lumut Tangguh yang Berpotensi Mendukung Kolonisasi Mars Doc: Akademi Ilmu Pengeta huan Tiongkok /Xinhua
Ket. Li Xiaoshuang (kiri), peneliti di Institut Ekologi dan Geografi Xinjiang di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, Tiongkok.

Urumqi - Sejenis lumut yang ditemukan di gurun di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, Tiongkok barat laut, mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem yang dapat mematikan sebagian besar tumbuhan. Kondisi tersebut meliputi dehidrasi parah, radiasi intens, suhu dingin ekstrem, hingga lingkungan luar angkasa yang menyerupai Mars.

Dikutip dari Antara, temuan tersebut menjadi salah satu pencapaian utama Ekspedisi Ilmiah Xinjiang Ketiga yang diumumkan pada Sabtu (10/10) di Urumqi, ibu kota daerah otonom tersebut. Para ilmuwan menyebut lumut bernama ilmiah Syntrichia caninervis itu sebagai "tumbuhan gurun paling tangguh yang ditemukan hingga saat ini".

Bukti terbaru ketangguhan lumut tersebut diperoleh melalui eksperimen di luar angkasa.

Pada Maret tahun ini, lumut Syntrichia caninervis dalam kondisi kering dibawa ke luar angkasa menggunakan wahana antariksa kargo eksperimental milik Tiongkok, Qingzhou, untuk menjalani eksperimen pengaktifan kembali kehidupan di orbit.

Dalam kondisi mikrogravitasi dan paparan radiasi kosmik, sistem penyiraman terkontrol memberikan sedikit air kepada lumut tersebut. Meski demikian, lumut yang semula kering berhasil hidup kembali dan berubah warna dari abu-abu kehitaman menjadi kuning kehijauan.

"Ini merupakan kasus pertama ketika tumbuhan utuh dibawa ke orbit rendah Bumi dan berhasil dihidupkan kembali," kata Li Xiaoshuang, peneliti di Institut Ekologi dan Geografi Xinjiang yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Pengamatan lanjutan di orbit menunjukkan lumut tersebut terus beregenerasi dan tumbuh dengan baik. Hal itu mengindikasikan potensinya sebagai bahan ideal untuk penelitian ilmu hayati di antariksa dalam, kata Li.

Pada 2024, Li sebagai penulis utama menerbitkan studi mengenai lumut tersebut dalam jurnal akademik The Innovation. Studi itu menyebut lumut tersebut sebagai tumbuhan perintis yang sangat menjanjikan untuk mendukung "kolonisasi lingkungan luar angkasa".

Para peneliti dalam Ekspedisi Ilmiah Xinjiang menemukan tumbuhan tersebut di Gurun Gurbantunggut.

Berdasarkan analisis laboratorium, lumut itu mampu bertahan meskipun kehilangan lebih dari 98 persen kandungan air dalam selnya akibat dehidrasi. Tumbuhan tersebut juga tetap hidup setelah mengalami pembekuan cepat pada suhu minus 196 derajat Celsius serta mampu bertahan terhadap radiasi gamma yang kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Megapolitan
BUMD IPO, Saham Pemprov Tet...
Megapolitan
Ekosistem Literasi Literaia...
Nasional
CEO Microsoft Usulkan Rem D...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.