Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Personel Operasi Bawah Laut Harus Memahami Teknik secara Prima

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Personel Operasi Bawah Laut Harus Memahami Teknik secara Prima Doc: ANTARA/BAYU PRATAMA S
Ket. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP

Operasi penyelamatan dan pencarian selalu berpacu. Namun, kecepatan tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan personel penyelamat.

Keselamatan transportasi laut menjadi salah satu perhatian penting dalam upaya memperkuat sistem pencarian dan pertolongan di Indonesia. Kondisi laut yang dinamis, mulai dari cuaca, gelombang, arus kuat, hingga jarak lokasi kecelakaan, menjadi tantangan bagi Basarnas dalam melakukan operasi SAR, seperti yang terlihat dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo.

Untuk mengulik lebih dalam tantangan operasi pencarian dan pertolongan di laut, pentingnya akurasi data manifes, kesiapan peralatan dan teknologi, hingga upaya percepatan proses salvage KM Virgo Transport 8, wartawan Koran Jakarta, Paundra Zakirulloh, berkesempatan mewawancarai Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam beberapa kesempatan. Berikut petikannya.

Bagaimana Basarnas melihat kondisi keselamatan laut di Indonesia saat ini, khususnya dengan seringnya kecelakaan transportasi laut?

Keselamatan laut merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kesiapsiagaan dari seluruh pihak. Ketika terjadi keadaan darurat, yang paling penting agar informasi dapat diterima dengan cepat, koordinasi berjalan efektif, dan operasi pencarian serta pertolongan dapat segera dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel.

Apa tantangan terbesar dalam menangani keadaan darurat di laut?

Tantangannya cukup kompleks karena kondisi di laut sangat dinamis. Cuaca, gelombang, arus, jarak lokasi kejadian dari kantor SAR, kondisi korban, hingga kemampuan peralatan yang tersedia. Semuanya dapat memengaruhi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Seberapa besar faktor kondisi laut memengaruhi keselamatan dalam operasi SAR?

Sangat besar. Dalam operasi SAR, keselamatan personel tetap yang utama. Ketika kondisi laut tidak memungkinkan, misalnya, arus terlalu kuat atau cuaca membahayakan, tidak boleh memaksakan personel maupun peralatan masuk ke lokasi karena dikhawatirkan akan menimbulkan korban baru.

Seperti apa kondisi arus yang dapat menjadi kendala dalam operasi pencarian di laut?

Dalam kondisi normal, peralatan tertentu untuk operasi bawah air dapat bekerja pada kecepatan arus sekitar 1,5 knot. Namun dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8, misalnya, arus sempat mencapai lebih dari 6 knot dan bahkan sekitar 7 knot, sehingga penyelaman maupun penggunaan peralatan bawah air tidak dapat dilakukan secara bebas sepanjang waktu.

Yang dilakukan Basarnas ketika kondisi laut tidak memungkinkan untuk melakukan penyelaman?

Tim menyesuaikan operasi dengan kondisi pasang surut. Jadi, ketika terdapat waktu atau kondisi yang lebih memungkinkan dan aman, operasi bawah air dilakukan. Prinsipnya, operasi tetap berjalan tetapi harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kemampuan peralatan.

Apakah keselamatan personel menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode pencarian?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.