Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Personel Operasi Bawah Laut Harus Memahami Teknik secara Prima

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh:

Ya tentu saja. Kami tidak akan memaksakan operasi apabila peralatan atau kondisi lingkungan tidak direkomendasikan untuk digunakan. Setiap operasi harus memberikan jaminan bahwa personel yang melaksanakan pencarian dan pertolongan berada dalam kondisi aman.

Cara Basarnas menyeimbangkan kebutuhan untuk segera menemukan korban dengan keselamatan tim SAR?

Kami tentu berpacu dengan waktu karena setiap menit sangat berarti dalam operasi pencarian dan pertolongan. Namun, kecepatan tidak boleh menghilangkan aspek keselamatan personel, sehingga setiap langkah harus berdasarkan kondisi lapangan, informasi, serta perhitungan risiko.

20261001221828_MFi2026081918.jpg.jpg

KORAN JAKARTA/M. FACHRI

Dalam kondisi seperti apa operasi SAR dapat dihentikan?

Operasi SAR tidak akan dihentikan selama masih memungkinkan untuk menemukan dan mengevakuasi korban. Penghentian baru dapat dipertimbangkan apabila seluruh korban telah ditemukan atau kondisi lapangan sudah benar-benar tidak memungkinkan untuk melaksanakan pencarian maupun evakuasi.

Kasus kecelakaan KM Virgo Transport 8 menjadi salah satu gambaran kompleksnya operasi SAR di laut?

Setiap kejadian memiliki karakteristik masing-masing. Dalam kasus KM Virgo, tim menghadapi kondisi kapal yang terbalik dan menyentuh dasar laut, arus yang sangat kuat, serta kebutuhan untuk pencarian di bawah permukaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasi SAR di laut membutuhkan perencanaan, peralatan, kemampuan teknis, dan koordinasi yang baik.

Selain kondisi alam, yang menjadi perhatian Basarnas dalam meningkatkan keselamatan transportasi laut?

Dari sisi pencarian dan pertolongan, tim sangat membutuhkan informasi yang akurat dan cepat ketika terjadi keadaan darurat. Salah satunya data manifes karena menentukan jumlah orang yang harus dicari dan membantu memperkirakan cakupan operasi SAR.

Akurasi manifes begitu penting dalam operasi pencarian korban?

Manifes bukan sekadar dokumen administratif. Data tersebut menjadi dasar tim SAR untuk mengetahui jumlah orang yang berada di kapal dan korban yang harus dicari ketika terjadi kecelakaan.

Lalu jika data manifes tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.