Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan Drone Menghantam Bandara Dammam, Dua Orang Tewas Termasuk WNA

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 19:42 WIB | Oleh:
Serangan Drone Menghantam Bandara Dammam, Dua Orang Tewas Termasuk WNA Doc: ANTARA/Katriana
Ket. Duta Besar Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menjelaskan situasi di Yaman dalam kunjungannya ke Kantor Berita ANTARA, di Jakarta, Selasa (20 Oktober 2026).

DOHA - Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi mengonfirmasi dua orang tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat serangan drone yang menghantam Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Kamis (22/1).

Pada Rabu (21/10) malam, Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebutkan sejumlah pesawat nirawak (drone) diluncurkan dari Yaman menuju Provinsi Timur kerajaan tersebut.

"Otoritas melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan di Bandara Internasional King Fahd di Dammam pada 21 Oktober malam bertambah menjadi dua orang. Salah satu korban adalah warga negara Arab Saudi, dan satu lagi warga negara India," kata GACA di platform X.

Menurutnya, delapan orang termasuk dua warga negara Saudi mengalami luka ringan hingga parah.

Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kedubes India menambahkan dua warganya juga mengalami luka dalam serangan tersebut.

"Otoritas Arab Saudi telah menginformasikan bahwa satu warga negara India termasuk di antara dua orang yang kehilangan nyawa dalam serangan di bandara Dammam Rabu malam, dan dua warga India lainnya mengalami luka-luka," kata misi diplomatik India di platform X.

Serangan pada Rabu malam itu telah merusak fasilitas bandara, yang kemudian kembali beroperasi pada Kamis.

"Bandara Internasional di Dammam sudah kembali beroperasi. Lalu lintas udara juga sudah kembali normal," demikian menurut pernyataan.

Konflik antara gerakan Ansar Allah Yaman, yang juga dikenal sebagai Houthi, dan pasukan yang loyal kepada pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali memanas pada pertengahan Juli setelah sempat mereda selama empat tahun.

Eskalasi konflik dipicu oleh aksi Houthi yang mulai menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah sebagai balasan atas serangan terhadap bandara di Sanaa yang dilakukan militer Yaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.