Sekolah Tak Sekadar Gratis Harus Berkualitas
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaTANGERANG – Program Sekolah Swasta Gratis itu bagus sekali. Namun, sekolah tak boleh sekadar tidak membayar. “Sekolah gratis juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh bagi masyarakat,” tutur Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, Selasa (29/9).
Dia menegaskan, Program Sekolah Gratis tidak hanya soal membebaskan biaya pendidikan. Harus dibarengi dengan peningkatan mutu pembelajaran, sarana dan prasarana. Juga kompetensi para tenaga pendidiknya. “Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Bupati.
Menurut Maesyal, kemitraan strategis antara Pemkab Tangerang dan lembaga pendidikan swasta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak.
Kendati demikian, bupati mengingatkan agar pengelolaan dana program tersebut dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik dan warga.
“Sekolah swasta bukan sekadar pelengkap, tetapi mitra utama pemerintah dalam mencerdaskan bangsa, khususnya di Kabupaten Tangerang. Tanpa peran aktif sekolah swasta, pemerataan akses pendidikan tidak akan tercapai secara optimal,” katanya.
Berdasarkan data 2026, Program Sekolah Swasta Gratis/Setara di Kabupaten Tangerang mencakup 71 sekolah dasar (SD) dengan total 9.676 peserta didik. Lalu, 193 sekolah menengah pertama (SMP) dengan 27.886 siswa.
Anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah untuk jenjang SD mencapai Rp13,9 miliar. Sedangkan jenjang SMP Rp54 miliar. Pemkab Tangerang menyerahkan berkas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) hasil perbaikan kepada Tim Dinas Pendidikan. Dengan begitu, seluruh kepala sekolah dan pengelola lembaga pendidikan diingatkan agar memastikan kelengkapan dokumen sesuai dengan regulasi.
“Kita berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga Program Sekolah Swasta Gratis/Setara dapat berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
SDN Dibangun
Sementara itu, Pemprov Jakarta mempercepat pemulihan sarana pendidikan dengan membangun kembali SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 dan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 11.Pembangunan kedua sekolah tersebut ditandai dengan groundbreaking oleh Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, Selasa (29/9).
Kedua sekolah akan berada dalam satu bangunan empat lantai dengan kapasitas 24 ruang kelas dan sejumlah ruang penunjang. Gedung tersebut dirancang ramah disabilitas untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang inklusif. Antara lain ada toilet khusus disabilitas dan lift untuk memudahkan mobilitas peserta didik dengan keterbatasan fisik.
Pembangunan ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun dan rampung Agustus tahun depan. Proyek ini dilaksanakan PT Wisma Nusantara International sebagai bagian dari pemenuhan kontribusi kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Total nilai pembangunan lebih dari Rp50 miliar.
“Pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, juga memastikan anak-anak Jakarta mendapat tempat belajar yang aman dan layak,” ujar Wagub Rano.
Wagub mengapresiasi dukungan dunia usaha dan seluruh elemen yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, DPRD, dan perangkat daerah diperlukan untuk mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan yang berkualitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!