Deretan Pelatih Baru Siap Unjuk Gigi di UEFA Nations League 2026-27
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraDebut Zidane akan berlangsung 25 September ketika Prancis menghadapi Turki.
Portugal juga memasuki era baru bersama Jorge Jesus. Pelatih berusia 72 tahun itu memiliki pengalaman panjang di level klub, termasuk tiga gelar liga bersama Benfica. Kesuksesannya kemudian berlanjut di Flamengo dengan gelar liga dan Copa Libertadores pada tahun 2019, sebelum kembali meraih gelar liga di Arab Saudi musim lalu.
Cristiano Ronaldo juga menjadi bagian dari skuad Al Nassr yang meraih gelar tersebut. Jorge Jesus menyebut Ronaldo sebagai simbol sepak bola Portugal dan kini ingin membangun tim nasional dengan mentalitas juara.
“Saya ingin para pemain memahami bahwa jika ingin menang, mereka harus membayar harganya. Kami semua harus membayar harga tersebut,” ujarnya.
Portugal akan memulai perjalanan melawan Wales pada tanggal 24 September.
Beban Mancini
Italia menghadirkan cerita berbeda. Roberto Mancini kembali dipercaya menangani Gli Azzurri setelah sebelumnya membawa Italia menjuarai Piala Eropa 2020. Di periode pertamanya sebagai pelatih timnas Italia, 2018 hingga 2023, Mancini juga membawa Italia finis ketiga di UNL 2020-21 dan 2022-23.
Mancini memiliki pengalaman meraih gelar liga di Inggris, Italia dan Qatar. Sebagai pemain, dia mencatat 36 penampilan bersama Italia dan menjadi bagian dari skuad yang mencapai semifinal Piala Eropa 1988.
“Saya akan berusaha memastikan tim ini begitu indah dan bermain begitu baik sehingga para penggemar jatuh cinta kepadanya,” ujar Mancini.
Laga pertama Italia akan menghadapi Belgia pada tanggal 25 September, lawan yang menyimpan kenangan khusus karena pernah dikalahkan Italia di perempat final Piala Eropa 2020.
Belgia sendiri juga memulai proyek baru bersama Mark van Bommel. Mantan gelandang Belanda itu memiliki 79 caps internasional dan pernah menjadi kapten negaranya. Dalam karier klub, Van Bommel memperkuat Fortuna Sittard, PSV, Barcelona, Bayern Munich dan Milan serta memenangkan gelar liga di empat negara dan satu Liga Champions.
Sebagai pelatih, dia pernah menangani PSV, Wolfsburg dan Royal Antwerp. Namun, menangani Belgia menjadi pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala di level internasional setelah sebelumnya bekerja sebagai asisten di Australia dan Arab Saudi.
“Kami memiliki pemain-pemain luar biasa dan potensi yang sangat besar. Bersama staf kepelatihan, kami ingin membangun tim yang disiplin, ambisius dan berani bersaing dengan tim terbaik,” ujar Van Bommel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!